Showing posts with label Pengetahuan Kesehatan. Show all posts
Showing posts with label Pengetahuan Kesehatan. Show all posts

Friday, June 29, 2012

Fase Penyembuhan Luka

Fase Penyembuhan Luka. Luka adalah hilang atau pun rusaknya sebagian dari jaringan tubuh. Keadaan luka ini banyak faktor penyebabnya. Diantara penyebab dari luka adalah dapat trauma benda tajam atau tumpul, ledakan, zat kimia, perubahan suhu, sengatan listrik, atau pun gigitan hewan. Demikian kurang lebih dari pengertian luka. Nah kali ini Blog Keperawatan akan mencoba sharing sedikit mengenai berbagai fase penyembuhan luka dan semoga dengan kita mengenal akan fase / tahap penyembuhan luka ini akan bisa memberikan manfaat.

Allah Ta'ala telah memberikan nikmat kepada kita dengan nikmat sehat. Dan Allah pun telah memberikan dalam tubuh yang sehat tersebut akan memiliki kemampuan alami dalam hal melindungi dan juga memulihkan dirinya dari luka. Diantara mekanisme tersebut adalah dengan adanya peningkatan aliran darah ke daerah yang rusak, membersihkan sel dan benda asing dan perkembangan awal seluler bagian dari proses penyembuhan. Proses penyembuhan luka terjadi secara normal tanpa bantuan, walaupun beberapa bahan perawatan dapat membantu untuk mendukung proses penyembuhan. Sebagai contoh dalam proses perawatan yaitu dengan melindungi area yang luka bebas dari kotoran dengan menjaga kebersihan dan hal ini tentunya akan sangat membantu untuk meningkatkan penyembuhan jaringan yang telah rusak atau mengalami luka.

fase penyembuhan luka, Blog Keperawatan

Fase penyembuhan luka dalam sebuah proses luka adalah melalui 3 fase atau 3 tahap penyembuhan luka yaitu :
1. Fase Inflamasi
Fase inflamasi ini akan berlangsung sejak terjadinya luka sampai kira – kira hari kelima. Pembuluh darah yang terputus pada luka yang diderita tersebut akan menyebabkan perdarahan dan tubuh dalam hal ini akan berusaha menghentikannya dengan cara vasokonstriksi, pengerutan ujung pembuluh yang putus (retraksi), dan reaksi hemostasis. Hemostasis terjadi karena trombosit yang keluar dari pembuluh darah saling melengket, dan bersama dengan jala fibrin yang terbentuk membekukan darah yang keluar dari pembuluh darah. Sementara itu terjadi reaksi inflamasi. Sel mast dalam jaringan ikat menghasilkan serotonin dan histamine yang meningkatkan permeabilitas kapiler sehingga terjadi eksudasi cairan, penyebukan sel radang, disertai vasodilatasi setempat yang menyebabkan udem dan pembengkakan. Tanda dan gejala klinik reaksi radang menjadi jelas berupa warna kemerahan karena kapiler melebar (rubor), suhu hangat (kalor), rasa nyeri (dolor), dan pembengkakan (tumor).

Aktifitas seluler yang terjadi adalah pergerakan leukosit menembus dinding pembuluh darah (diapedesis) menuju luka karena daya kemotaksis. Leukosit mengeluarkan enzim hidrolitik yang membantu mencerna bakteri dan kotoran luka. Limfosit dan monosit yang kemudian muncul ikut menghancurkan dan memakan kotoran luka dan bakteri (fagositosis). Fase ini disebut juga fase lamban karena reaksi pembentukan kolagen baru sedikit dan luka hanya dipertautkan oleh fibrin yang amat lemah.

2. Fase Proliferasi.
Fase proliferasi disebut juga fase fibroplasia karena yang menonjol adalah proses proliferasi fibroblast. Fase ini berlangsung dari akhir fase inflamasi sampai kira – kira akhir minggu ketiga. Fibroblast berasal dari sel mesenkim yang belum berdiferensiasi, menghasilkan mukopolisakarida, asama aminoglisin, dan prolin yang merupakan bahan dasar kolagen serat yang akan mempertautkan tepi luka.

Pada fase ini serat dibentuk dan dihancurkan kembali untuk penyesuaian diri dengan tegangan pada luka yang cenderung mengerut. Sifat ini, bersama dengan sifat kontraktil miofibroblast, menyebabkan tarikan pada tepi luka. Pada akhir fase ini kekuatan regangan luka mencapai 25% jaringan normal. Nantinya, dalam proses penyudahan kekuatan serat kolagen bertambah karena ikatan intramolekul dan antar molekul. Pada fase fibroplasia ini, luka dipenuhi sel radang, fibroblast, dan kolagen, membentuk jaringan berwarna kemerahan dengan permukaan yang berbenjol halus yang disebut jaringan granulasi. Epitel tepi luka yang terdiri dari sel basal terlepas dari dasarnya dan berpindah mengisi permukaan luka. Tempatnya kemudian diisi oleh sel baru yang terbentuk dari proses mitosis.

Proses migrasi hanya bisa terjadi ke arah yang lebih rendah atau datar, sebab epitel tak dapat bermigrasi ke arah yang lebih tinggi. Proses ini baru berhenti setelah epitel saling menyentuh dan menutup seluruh permukaan luka. Dengan tertutupnya permukaan luka, proses fibroplasia dengan pembentukan jaringan granulasi juga akan berhenti dan mulailah proses pematangan dalam fase penyudahan.

3. Fase Penyudahan (Remodelling).
Pada fase ini terjadi proses pematangan yang terdiri dari penyerapan kembali jaringan yang berlebih, pengerutan sesuai dengan gaya gravitasi, dan akhirnya perupaan kembali jaringan yang baru terbentuk. Fase ini dapat berlangsung berbulan – bulan dan dinyatakan berkahir kalau semua tanda radang sudah lenyap. Tubuh berusaha menormalkan kembali semua yang menjadi abnormal karena proses penyembuhan. Odema dan sel radang diserap, sel muda menjadi matang, kapiler baru menutup dan diserap kembali, kolagen yang berlebih diserap dan sisanya mengerut sesuai dengan regangan yang ada. Selama proses ini dihasilkan jaringan parut yang pucat, tipis, dan lemas serta mudah digerakkan dari dasar. Terlihat pengerutan maksimal pada luka. Pada akhir fase ini, perupaan luka kulit mampu menahan regangan kira – kira 80% kemampuan kulit normal. Hal ini tercapai kira – kira 3-6 bulan setelah penyembuhan.

Demikian tadi sahabat yang sedikit mengenai fase penyembuhan luka dan semoga dengan kita mengenal akan tahap penyembuhan luka ini akan berguna serta dapat bermanfaat.

Wednesday, June 27, 2012

Kolesterol Jahat

Kolesterol Jahat. Kolesterol jahat adalah salah satu dari sekian banyak faktor resiko dari penyakit jantung koroner. Kolesterol dalam tubuh kita ada yang baik ada juga yang disebut dengan kolesterol jahat istilahnya. Pengertian kolesterol adalah suatu molekul lemak di dalam sel dibagi menjadi LDL, HDL, total kolesterol dan trigliserida. Kolesterol sebenarnya merupakan salah satu komponen lemak. Dan yang kita ketahui pula bahwasannya lemak merupakan salah satu zat gizi yang sangat diperlukan oleh tubuh kita disamping zat gizi lain seperti karbohidrat, protein, vitamin dan mineral. Lemak merupakan salah satu sumber energi yang memberikan kalori paling tinggi. Disamping sebagai salah satu sumber energi, sebenarnya lemak atau khususnya kolesterol memang merupakan zat yang sangat dibutuhkan oleh tubuh kita terutama untuk membentuk dinding sel-sel dalam tubuh.

Kolesterol juga merupakan bahan dasar pembentukan hormon-hormon steroid. Kolesterol yang kita butuhkan tersebut, secara normal diproduksi sendiri oleh tubuh dalam jumlah yang tepat. Tetapi ia bisa bertambah jumlahnya karena asupan makanan yang berasal dari lemak hewani, telur dan makanan sejenis junkfood. Kolesterol dalam tubuh yang berlebihan akan tertimbun di dalam dinding pembuluh darah dan menimbulkan suatu kondisi yang disebut aterosklerosis yaitu penyempitan atau pengerasan pembuluh darah. Kondisi ini merupakan cikal bakal terjadinya penyakit jantung dan stroke.

kolesterol jahat, pengertian kolesterol, Blog Keperawatan

Tingginya angka kematian di Indonesia akibat penyakit jantung koroner yang mencapai 26% dimana pembuluh darah koroner mengalami penyempitan akibat kolesterol jahat atau Low-Density Lipoprotein (LDL) yang mengendap. Kolesterol LDL yang lebih dikenal dengan kolesterol jahat yang berlebihan ini akan menumpuk di dalam pembuluh darah dan dapat mengakibatkan penyakit kardiovaskular, seperti PJK (Penyakit Jantung Koroner) dan stroke, bahkan kematian mendadak.

Sekitar 38 juta orang Amerika memiliki kolesterol tinggi, menurut American Heart Association. Kolesterol adalah zat lemak seperti lilin yang ada di setiap sel tubuh dan diperlukan untuk membangun sel sehat dan hormon. Masalah jantung serius bisa terjadi akibat kolesterol tinggi. Memiliki kolesterol tinggi bukanlah hasil dari makan makanan yang salah hanya beberapa hari, minggu atau bahkan beberapa bulan, namun bertahun-tahun kebiasaan makan yang buruk.

Penyebab kolesterol ini adalah akibat dari mengkonsumsi makanan yang tinggi lemak dan juga sumber kolesterol (seperti makanan berminyak, bersantan, makanan fast food) , alkohol dan gula yang berlebihan.

Penatalaksanaan kadar kolesterol LDL tinggi melalui pendekatan olahraga dapat membantu menurunkan kadar kolesterol dengan secara rutin berolahraga yang melibatkan otot-otot besar tubuh seperti paha, lengan atas, serta pinggul. Berolahraga secara teratur minimal selama 30 menit sebanyak lima kali dalam seminggu dapat membantu menurunkan kadar kolesterol dalam tubuh. Jenis olahraga yang dapat dilakukan adalah jalan cepat, bersepeda, senam aerobik,dan berenang. Selain dengan olahraga pola hidup sehat pun perlu kita terapkan

Sementara mengenai penerapan pola makan sehat sebagai salah satu cara lainnya untuk penatalaksaan penurunan kolesterol jahat / LDL yaitu bahwa perubahan pola dan kemudahan mendapatkan makanan, kurangnya olahraga cenderung mengakibatkan seseorang mengalami dislepidemia dengan peningkatan kadar kolesterol LDL, dan trigeserida serta menurunkan kadar HDL (Kolesterol baik ).

Demikian tadi sahabat sedikit mengenai pengenalan akan kolesterol jahat dan semoga bisa berguna serta memberikan manfaat.

Sunday, June 24, 2012

Fase Tingkatan Demam Berdarah

Fase Demam Berdarah. Penyakit demam berdarah ini adalah jenis penyakit yang seringkali mewabah pada daerah tropis dan subtropis. Penyakit ini tercatat dalam sejarah untuk pertama kali menjadi endemi pada tahun 1779 - 1780 di Asia, Afrika dan juga di Amerika Utara dan terjadi secara hampir bersamaan dengan tingkat morbiditas dan juga mortalitas yang tinggi. Bila dilihat dari tahun kejadiannya berarti bahwa penyakit demam berdarah dengue DBD ini telah terjadi penyebarannya sejak lebih dari 200 tahun yang lalu.

Kali ini Blog Keperawatan akan mencoba sharing sedikit mengenai fase dan tingkatan demam berdarah dan semoga nantinya dengan kita mengenal akan fase demam berdarah dan juga tingkatan demam berdarah akan menambah wawasan kesehatan kita dan kita akan lebih waspada kepada demam berdarah dengue DBD ini kemudian hari dan tentunya kita bisa melakukan pencegahan dan pengobatan DHF dengan baik.

fase demam berdarah, derajat tingkatan demam berdarah, Blog Keperawatan

Untuk yang pertama kita menginjak kepada fase demam berdarah ini. Badan Kesehatan Dunia WHO dalam hal ini membagi fase demam berdarah dalam 3 fase yaitu fase demam tinggi (febris), fase kritis, dan fase penyembuhan (pemulihan). Berikut penjelasannya mengenai ketiga fase demam berdarah DBD tersebut :
  1. Fase Demam Tinggi (Febris). Pada fase demam berdarah yang pertama ini terjadi pada hari ke 1 - 3 dan ditandai dengan demam yang mendadak tinggi disertai sakit kepala, badan terasa ngilu dan nyeri, mual. Seringkali disertai dengan bintik merah di kulit yang tidak hilang saat kulit diregangkan. Pada beberapa kasus yang terjadi, bahkan ditemukan adanya nyeri tenggorokan, infeksi pada farings (tenggorokan) dan juga pada konjungtiva (selaput yang melindungi kornea mata), anoreksia, mual dan muntah.
  2. Fase Kritis. Pada fase kedua demam berdarah ini terjadi pada hari ke 4 - 5. Fase ini ditandai dengan demam yang mulai menurun disertai dengan penurunan kadar trombosit dalam darah dan fase ini seringkali mengecohkan karena seolah-olah demamnya turun dan penyakitnya sembuh. Namun inilah yang disebut Fase Kritis Demam Berdarah dan kemungkinan terjadinya Dengue Shock Sindrome DSS. Pada fase ini dapat terjadi pendarahan hidung, mulut, kulit pucat dan dingin, serta terjadi penurunan kesadaran.
  3. Fase Penyembuhan (Pemulihan). Pada fase ini terjadi pada hari ke 6 - 7. Dalam fase penyembuhan ini keadaan umum dari penderita mulai membaik. Keadaan umum penderita membaik, nafsu makan pulih kembali , hemodinamik (peredaran darah) stabil dan diuresis (frekuensi kencing) membaik dan akan kembali normal. Dan pada saat ini akan jauh lebih baik bila penderita diberikan gizi yang baik untuk meningkatkan keadaannya serta juga meningkat kadar daripada trombositnya.
Dalam dunia media kita juga mengenal akan tingkatan derajat demam berdarah. Berikut adalah tingkatan demam berdarah menurut WHO :
  1. DHF derajat I. Pada derajat pertama ini tanda yang kita temukan adalah diantaranya adanya tanda infeksi virus, dengan manifestasinya yang berupa perdarahan yang tampak hanya dengan Uji Torniquet positif.
  2. DHF derajat II. Pada derajat kedua ini makan tanda infeksi virus didapatkan dengan manifestasinya yang berupa adanya perdarahan spontan (mimisan, bintik-bintik merah)
  3. DHF derajat III. Pada derajat kedua ini seringkali disebut dengan fase pre syok, dengan tanda DHF grade II namun penderita mulai mengalami tanda syok ditandai dengan : kesadaran yang mulai menurun, tangan dan kaki dingin, nadi teraba cepat dan lemah, tekanan nadi masih terukur walaupun kecil.
  4. DHF derajat IV. Pada fase keempat dari demam berdarah dengue ini seringkali kita menyebutnya dengan fase syok (disebut juga dengue syok syndrome/DSS), penderita syok dalam dengan kesadaran sangat menurun hingga koma, tangan dan kaki dingin dan pucat, nadi sangat lemah sampai tidak teraba, tekanan nadi tidak dapat terukur.
Demikian tadi sahabat sedikit mengenai fase dan tingkatan demam berdarah. Point pentingnya adalah bahwasannya kita harus waspada kepada penyakit demam berdarah ini dan bila ditemukan tanda serta gejala yang telah disebutkan di atas maka cepatlah datang ke tempat pelayanan kesehatan yang tersedia untuk mendapatkan perawatan dan juga pengobatan yang tepat. Karena dengan pengobatan dan perawatan yang cepat serta akurat akan menurunkan resiko kematian dan tentunya dengan tidak melupakan pencegahan demam berdarahnya. Dan akhir kata semoga berguna serta dapat bermanfaat sahabat semuanya.

Saturday, June 23, 2012

Kampanye Pemakaian Kondom Kontroversial

Kontroversi Menkes Pemakaian Kondom. dr. Nafsiah Mboi menteri kesehatan baru yang telah dilantik Presiden SBY ternyata beberapa hari yang lalu mengkampanyekan pemakaian kondom bagi kalangan beresiko, Dan hal ini ternyata telah banyak membuat kontroversi dalam beberapa kalangan. Kalangan beresiko ini maksudnya adalah eks dengan risiko penularan penyakit atau resiko kehamilan yang tidak direncanakan. Menkes menganjurkan itu pada semua umur, suami istri, atau di luar hubungan pernikahan. Kampanye Menkes kontroversial ini banyak menimbulkan perdebatan dan juga opini.

Dalam penjelasannya, Menteri Kesehatan Baru yang baru dilantik ini beralasan bahwa kampanye kondom ini untuk meningkatkan kesadaran kesehatan reproduksi untuk remaja. Sebab menurutnya, data di lapangan menunjukkan 2,3 juta remaja melakukan aborsi setiap tahunnya. Oleh karena itu dia tidak sependapat dengan Undang-Undang yang melarang pemberian kontrasepsi bagi yang belum menikah.

kontroversi kampanye kondom menkes, Blog Keperawatan

Menkes juga berdalih bahwa gebrakannya itu sebagai langkah untuk memastikan terjaminnya hak setiap anak yang dikandung sesuai UU Perlindungan Anak. Maka, mempermudah akses remaja untuk mendapatkan kondom diharapkan dapat menekan angka aborsi dan kehamilan yang tak diinginkan. Lucunya dalam menanggapi kekhawatiran bahwa pemberian kondom kepada remaja dapat memicu seks bebas, Menkes berpendapat, jika pemahaman remaja mengenai kesehatan reproduksi sudah cukup baik, tidak perlu ada kekhawatiran idenya ini akan memicu seks bebas. (http://www.gatra.com/kesehatan/73-kesehatan/14162-menkes-nafsiah-galakkan-kondom)

Dalam hal ini kontroversi menkes baru tentang kampanye kondom ini datang dari MUI. Menurut MUI, kondom hanya boleh digunakan pasangan suami istri sebagai alat kontrasepsi atau pencegah kehamilan, karena memang sudah menjadi program pemerintah melalui Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional. "Tapi kalau sosialisasi penggunaan kondom untuk umum, pendapat majelis ulama masih seperti beberapa tahun lalu, kami tidak setuju," kata Ketua MUI Amidhan, Rabu (20/6)

Penentangan akan kampanye penggunaaan kondom ini juga datang dari mayoritas masyarakat kita yang masih mengganggap bahwasannya pemakaian kondom ini hanya untuk yang telah terikat dalam pernikahan sebagai suatu alat kontrasepsi. Tetapi kampanye menkes tentang kondom ini seolah-olah dianggap masyarakat seperti 'melegalkan' seks bebas yang menghindarkan adanya kehamilan.

Keinginan menkes mengkampanyekan kondom untuk mencegah tingginya angka aborsi dan juga mencegah penularan HIV/AIDS di kalangan kaum muda juga tidak dipahami oleh kebanyakan masyarakat kita yang masih memegang teguh ajaran agama dan juga budaya timur Bangsa Indonesia.

Tujuan bu menkes bila dipandang dari sudut kesehatan mungkin adalah salah satu cara yang bisa dilakukan untuk mencegah penularan HIV/AIDS dan juga tingginya angka aborsi di kalangan remaja bangsa kita. Tetapi Bangsa kita juga mempunyai budaya serta pegangan agama yang tentunya melarang akan hubungan bebas, seks bebas dan sejenisnya. Semoga nantinya ada jalan tengah dan penjelasan dari menteri kesehatan mengenai hal kampanye kondom kontroversial menkes ini.

Sebagai rakyat tentunya kita juga mempunyai hak baik itu menolak atau pun menerima kampanye menteri kesehatan tentang kondom ini. Lalu bagaimana dengan pendapat sahabat-sahabat semuanya...?

Thursday, June 14, 2012

Konsep Nyeri

Konsep Nyeri. Nyeri adalah perasaan tidak nyaman, baik ringan maupun berat. Nyeri ini hanya dapat dirasakan oleh individu tersebut tanpa dapat dirasakan oleh orang lain, serta mencakup pola fikir, aktifitas seseorang secara langsung, dan juga perubahan hidup seseorang. Nyeri merupakan tanda dan gejala penting yang dapat menunjukkan telah terjadinya gangguan secara fisiologikal. Demikian sedikit pengertian dan konsep nyeri. Untuk kali ini Blog Keperawatan akan mencoba berbagi sedikit mengenai konsep nyeri ini dan semoga bisa memberikan manfaat.

Ada juga pengertian nyeri dari beberapa ahli diantaranya yaitu :
Nyeri adalah pengalaman sensori dan emosional yang tidak menyenangkan akibat dari kerusakan jaringan yang aktual dan potensial (Brunner & Suddarth, 2002)
Nyeri adalah sensasi ketidaknyamanan yang dimanisfestasikan sebagai penderitaan yang diakibatkan oleh persepsi jiwa yang nyata, ancaman dan fantasi luka (Kozier dan Erb, 1983)
Nyeri adalah pengalaman sensori dan emosional yang tidak menyenangkan yang berhubungan dengan kerusakan jaringan atau potensial menyebabkan kerusakan jaringan (Perry & Potter, 2005)


Selanjutnya kita melangkah kepada penyebab dari nyeri. Penyebab nyeri diantaranya yaitu :
1. Trauma. Trauma ini juga terbagi menjadi beberapa macam. Penyebab trauma ini terbagi menjadi :
  1. Mekanik. Rasa nyeri yang diakibatkan oleh mekanik ini timbul akibat ujung-ujung saraf bebas mengalami kerusakan. Contoh dari nyeri akibat trauma mekanik ini adalah akibat adanya benturan, gesekan, luka dan lain-lain.
  2. Thermis. Nyeri karena hal ini timbul karena ujung saraf reseptor mendapat rangsangan akibat panas, dingin, misal karena api dan air.
  3. Khemis. Nyeri yang ditimbulkan karena adanya kontak dengan zat kimia yang bersifat asam atau pun basa kuat.
  4. Elektrik. Nyeri yang ditimbulkan karena adanya pengaruh aliran listrik yang kuat mengenai reseptor rasa nyeri yang menimbulkan kekejangan otot dan luka bakar.
2. Neoplasma. Neoplasma ini juga terbagi menjadi dua yaitu :
  • Neoplasma Jinak.
  • Neoplasma Ganas.
3. Gangguan sirkulasi darah dan kelainan pembuluh darah. Hal ini dapat dicontohkan pada pasien dengan infark miokard akut atau pun angina pektoris yang dirasakan adalah adanya nyeri dada yang khas.
4. Peradangan. Nyeri yang diakibatkan karena adanya kerusakan ujung-ujung saraf reseptor akibat adanya peradangan atau terjepit oleh pembengkakan. Contohnya adalah nyeri karena abses.
5. Trauma psikologis.

Setelah kita mengetahui akan penyebab dari nyeri pada konsep nyeri ini maka selanjutnya kita melangkah kepada klasifikasi nyeri.
Klasifikasi nyeri dibedakan menjadi :
1. Menurut Tempat Nyeri.
  1. Periferal Pain. Periferal pain ini terbagi menjadi 3 yaitu nyeri permukaan (superfisial pain), nyeri dalam (deep pain), nyeri alihan (reffered pain). Nyeri alihan ini maksudnya adalah nyeri yang dirasakan pada area yang bukan merupakan sumber nyerinya.
  2. Central Pain. Nyeri ini terjadi karena perangsangan pada susunan saraf pusat, spinal cord, batang otak.
  3. Psychogenic Pain. Nyeri ini dirasakan tanpa adanya penyebab organik, tetapi akibat dari trauma psikologis.
  4. Phantom Pain. Phantom Pain ini merupakan perasaan pada bagian tubuh yang sudah tak ada lagi, contohnya pada amputasi. Phantom pain timbul akibat dari stimulasi dendrit yang berat dibandingkan dengan stimulasi reseptor biasanya. Oleh karena itu, orang tersebut akan merasa nyeri pada area yang telah diangkat.
  5. Radiating Pain. Nyeri yang dirasakan pada sumbernya yang meluas ke jaringan sekitar.
2. Menurut Sifat Nyeri.
  • Insidentil. Yaitu sifat nyeri yang timbul sewaktu-waktu dan kemudian menghilang.
  • Steady. Yaitu sifat nyeri yang timbul menetap dan dirasakan dalam waktu yang lama.
  • Paroxysmal. Yaitu nyeri yang dirasakan berintensitas tinggi dan kuat sekali dan biasanya menetap selama 10 – 15 menit, lalu menghilang dan kemudian timbul kembali.
  • Intractable Pain. Yaitu sifat nyeri yang resisten dengan diobati atau dikurangi. Contoh pada arthritis, pemberian analgetik narkotik merupakan kontraindikasi akibat dari lamanya penyakit yang dapat mengakibatkan kecanduan.
3. Menurut Berat Ringannya Nyeri.
  1. Nyeri Ringan yaitu nyeri yang berada dalam intensitas yang rendah.
  2. Nyeri Sedang yaitu nyeri yang menimbulkan suatu reaksi fisiologis dan juga reaksi psikologis.
  3. Nyeri Berat yaitu nyeri yang berada dalam intensitas yang tinggi.
4. Menurut Waktu Serangan.
  1. Nyeri Akut. Nyeri akut biasanya berlangsung singkat, misalnya nyeri pada fraktur. Klien yang mengalami nyeri akut pada umumnya akan menunjukkan gejala-gejala antara lain : respirasi meningkat, Denyut jantung dan Tekanan darah meningkat, dan pallor.
  2. Nyeri Kronis. Nyeri kronis berkembang lebih lambat dan terjadi dalam waktu lebih lama dan pada umumnya penderita sering sulit mengingat sejak kapan nyeri mulai dirasakan.
Selanjutnya melangkah pada patofisiologi nyeri.
Patofisiologi nyeri ini dapat digambarkan sebagai berikut :
Reseptor nyeri disebut nosiseptor. Nosiseptor mencakup ujung-ujung saraf bebas yang berespon terhadap berbagai rangsangan termasuk tekanan mekanis, deformasi, suhu yang ekstrim, dan berbagai bahan kimia. Pada rangsangan yang intensif, reseptor-reseptor lain misalnya badan Pacini dan Meissner juga mengirim informasi yang dipersepsikan sebagai nyeri. Zat-zat kimia yang memperparah nyeri antara lain adalah histamin, bradikini, serotonin, beberapa prostaglandin, ion kalium, dan ion hydrogen. Masing-masing zat tersebut tertimbun di tempat cedera, hipoksia, atau kematian sel. Nyeri cepat (fast pain) disalurkan ke korda spinalis oleh serat A delta, nyeri lambat (slow pain) disalurkan ke korda spinalis oleh serat C lambat.

Serat-serat C tampak mengeluarkan neurotransmitter substansi P sewaktu bersinaps di korda spinalis. Setelah di korda spinalis, sebagian besar serat nyeri bersinaps di neuron-neuron tanduk dorsal dari segmen. Namun, sebagian serat berjalan ke atas atau ke bawah beberapa segmen di korda spinalis sebelum bersinaps. Setelah mengaktifkan sel-sel di korda spinalis, informasi mengenai rangsangan nyeri diikirim oleh satu dari dua jaras ke otak- traktus neospinotalamikus atau traktus paleospinotalamikus (Corwin, 2000 : 225).

Informasi yang di bawa ke korda spinalis dalam serat-serat A delta di salurkan ke otak melalui serat-serat traktus neospinotalamikus. Sebagian dari serat tersebut berakhir di reticular activating system dan menyiagakan individu terhadap adanya nyeri, tetapi sebagian besar berjalan ke thalamus. Dari thalamus, sinyal-sinyal dikirim ke korteks sensorik somatic tempat lokasi nyeri ditentukan dengan pasti (Corwin, 2000 : 225).

Informasi yang dibawa ke korda spinalis oleh serat-serat C, dan sebagian oleh serat A delta, disalurkan ke otak melalui serat-serat traktus paleospinotalamikus. Serat-serat ini berjalan ke daerah reticular dibatang otak, dan ke daerah di mesensefalon yang disebut daerah grisea periakuaduktus. Serat- serat paleospinotalamikus yang berjalan melalui daerah reticular berlanjut untuk mengaktifkan hipotalamus dan system limbik. Nyeri yang di bawa dalam traktus paleospinotalamik memiliki lokalisasi yang difus dan berperan menyebabkan distress emosi yang berkaitan dengan nyeri (Corwin, 2000 : 225).

Demikian tadi sahabat sedikit mengenai konsep nyeri dan dengan kita mengenal akan penyebab nyeri dan juga konsep nyeri ini akan bisa memberikan manfaat.

Menteri Kesehatan Baru

Menteri Kesehatan Baru. Pada hari ini Presiden Susilo Bambang Yudhoyono Kamis 14 Juni 2012 melantik menteri kesehatan baru dr. Nafsiah Mboi, SpA, MPH untuk masa bakti jabatan 2012-2014 menggantikan menteri kesehatan yang lama almarhumah Endang Rahayu Sedyaningsih.

menteri kesehatan Baru,dr.Nafsiah Mboi, SpA, MPH, Blog Keperawatan

dr.Nafsiah Mboi, SpA, MPH diangkat menjadi menteri kesehatan menggantikan posisi menteri kesehatan yang telah kosong beberapa waktu yang lalu karena ditinggalkan menteri kesehatan yang lama yaitu almarhumah Endang Rahayu Sedyaningsih yang meninggal karena menderita sakit kanker payudara pada awal bulan lalu.

dr. Nafsiah Mboi menteri kesehatan baru adalah kelahiran Sengkang, Sulawesi Selatan pada 14 Juli 1940. Beliau mengambil spesialisasi dokter anak Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia pada 1971. Sedangkan gelar Master of Public Health diperoleh dari Prince Leopold Institute of Tropical Medicine, Antwerp, Belgia pada 1990.

Kepedulian dr. Nafsiah Mboi yang dilantik sebagai menteri kesehatan baru pada kesehatan masyarakat sudah dilakukannya sejak lama, mulai dari lulus Fakultas Kedokteran UI dan mengambil spesialis anak kemudian menjadi dokter sukarelawan dwikora sampai kini menjadi sebagai Sekretaris Eksekutif Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Nasional.

Karir dan profil menteri kesehatan baru ini bahwa beliau bergelut di bidang kesehatan diantaranya yaitu beliau pernah menjadi Kepala Rumah Sakit Umum, Ende, Flores (1964 -1968), Kepala Seksi Perijinan Kantor Wilayah Departemen Kesehatan NTT, Kupang (1979 -1980), Kepala Bidang Bimbingan dan Pengendalian Pelayanan Kesehatan Masyarakat (BPPKM) pada Kantor Wilayah Departemen Kesehatan NTT, Kupang (1980 - 1985). Selain berkecimpung alam bidang kesehatan, beliau juga pernah menjadi anggota DPR/MPR RI periode 1992 - 1997.

Selamat bekerja Bu Menteri Kesehatan dan semoga nantinya Indonesia akan semakin meningkat tingkat kesehatannya dan juga kesejahteraannya. Demikian tadi sahabat sedikit mengenai profil menteri kesehatan baru dan semoga dapat bermanfaat.

Wednesday, June 13, 2012

Makanan Pendamping ASI

Makanan Pendamping ASI. ASI memang memberikan keuntungan yang tidak dapat digantikan dengan makanan pengganti apapun, namun kebanyakan bayi yang diberi susu formula tumbuh cukup sehat setidak-tidaknya di negara-negara maju seperti Amerika Serikat. Setelah usia 6 bulan, bayi memang perlu mendapat makanan pendamping ASI (MP-ASI). Karena, semakin bertambah usia, kebutuhan gizi anak pun semakin meningkat. Kebutuhan gizi ini tidak cukup dari ASI saja, tetapi juga harus diperoleh dari makanan padat pertama, berupa buah dan bubur susu, yang tentunya diperlukan untuk bayi dalam proses pengenalan makanan pendamping ASI.

Makanan pendamping ASI atau bisa disebut MP-ASI adalah makanan yang diberikan kepada bayi selain ASI, dimana jenis dan karakter dari makanan tersebut disesuaikan dengan umur bayi. Makanan Pendamping ASI adalah makanan atau minuman yang mengandung gizi diberikan kepada bayi / anak untuk memenuhi kebutuhan gizinya. Demikian sebagian dari beberapa pengertian makanan pendamping ASI. Makanan pendamping ASI ini adalah merupakan sebuah proses transisi dari asupan kepada bayi yang semula hanya susu (Air Susu Ibu/ASI) menuju ke makanan yang semi padat.

Makanan

Dalam hal pemenuhan makanan pengganti ASI ini juga dibutuhkan ketrampilan khususnya adalah ketrampilan motorik oral. Ketrampilan motorik oral ini berkembang dari refleks menghisap menjadi reflek menelan makanan yang berbentuk bukan cairan dengan memindahkan makanan dari lidah bagian depan ke lidah bagian belakang dan seterusnya kedalam saluran pencernaan.

Seiring dengan bertambahnya umur bayi maka akan bertambah pula kebutuhan gizinya. Ketika bayi telah memasuki umur 6 bulan ke atas, beberapa dari elemen dan zat gizi serta nutrisi seperti karbohidrat, protein dan beberapa vitamin dan mineral yang terkandung dalam ASI atau susu formula tidak lagi mencukupi. Untuk itulah maka pada umur 6 bulan ini bayi kita kenalkan dengan makanan pendamping ASI. Makanan pengganti ASI ini akan lebih mencukupi kebutuhan gizi dan juga nutrisi sang bayi.

Pengenalan serta juga metoda pemberian MP-ASI harus dilakukan secara bertahap baik itu dilihat dari segi bentuk maupun jumlahnya. Hal ini tentunya disesuaikan dengan kemampuan pencernaan bayi / anak yang bersangkutan. Pemberian makanan pengganti ASI yang cukup dalam hal kualitas dan juga kuantitasnya sangat penting dalam mendukung proses pertumbuhan fisik dan juga perkembangan kecerdasan anak yang bertambah pesat pada periode-periode tersebut.

Untuk itu ada beberapa tips pemberian makanan pengganti ASI ini yaitu :
  • Berilah ASI eksklusif sejak lahir sampai usia 6 bulan. Untuk selanjutnya setelah umur 6 bulan maka selanjutnya tambahkan MP ASI (Makanan Pengganti ASI), sementara pemberian ASI tetap harus dilanjutkan dilanjutkan.
  • Lanjutkan pemberian ASI sampai dengam anak usia 2 tahun atau lebih.
  • Terapkan perilaku hidup bersih dah higienis serta penanganan makanan yang baik dan tepat kepada sang anak.
  • Mulai pemberian makanan pengganti ASI pada usia 6 bulan dengan jumlah sedikit kemudian secara bertahap dinaikkan sesuai usia bayi, sementara ASI tetap sering diberikan. Misal pada bayi berusia 6-8 bulan dapat mulai diberikan nasi tim dan akan lebih baik bila disaring terlebih dahulu untuk memudahkan menelannya dan tidak mempersulit atau memperberat pencernaan.
  • Secara bertahap, kepadatan dan variasinya ditambah sesuai kebutuhan dan kemampuan bayi terutama dalam hal mengunyah makanan.
  • Frekuensi dalam hal pemberian makanan pengganti ASI ini semakin sering berjalan beriringan dengan bertambahnya usia bayi.
  • Berikan variasi makanan yang tentunya kaya akan nutrisi untuk lebih memastikan bahwa seluruh kebutuhan nutrisi terpenuhi.
  • Gunakan makanan pengganti ASI yang diperkaya dengan vitamin dan mineral, atau berikan vitamin dan mineral bila perlu.
Demikian tadi sahabat sedikit mengenai makanan pendamping ASI dan semoga bisa berguna serta memberikan manfaat sahabat

Tuesday, June 12, 2012

Penyebab Badan Pegal

Penyebab Pegal. Aktifitas kita sehari-hari baik itu berkaitan dengan pekerjaan kita atau pun aktifitas yang lainnya bisa menimbulkan badan pegal. Rasa pegal dan juga linu yang kita rasakan seringkali mengganggu kita karena rasa tidak nyaman yang ditimbulkannya. Maka kesempatan ini, Blog Keperawatan akan mencoba sharing sedikit mengenai penyebab pegal ini dan semoga bisa memberikan manfaat.

Badan pegal dan juga penyebab pegal ini adalah karena adanya penumpukan asam laktat dalam tubuh. Asam laktat adalah akibat dari proses perubahan energi yang anaerob yaitu yang tanpa udara (oksigen). Kita tahu bahwa energi itu termasuk energi yang menggerakkan otot-otot kita berasal dari molekul yang sering disebut dengan ATP (adenosin tri fosfat). Dan sumber energi itu dari glukosa. Pada kegiatan aktifitas yang normal glukosa sebagai sumber energi menggunakan proses aerobik. Nah bila kegiatan kita berlebih dan kebutuhan oksigennya kurang maka akan terjadi proses anaerob. Nah inilah yang menimbulkan penumpukan asam laktat dan dan akan menjadi penyebab pegal .

penyebab pegal, Blog Keperawatan

Nah bila asam laktat ini menumpuk pada pembuluh darah koroner yang mengalami penyempitan maka akan mengakibatnya nyeri dada ( angina pektoris ) dan bila terjadi pada otot maka itu akan mengakibatkan pegal-pegal. Kita sendiri seringkali meremehkan rasa pegal badan ini. Sebaiknya kita bila care terhadap kesehatan, maka kita tidak boleh menganggap remeh rasa pegal, karena bila tak diatasi efeknya akan buruk untuk jangka panjang.Karena hal ini bisa menyebabkan postur tubuh bisa mengalami perubahan, otot akan memendek dan mengurangi lingkup gerak kita bila diserta penyakit atau gangguan lainnya.

Ada beberapa kegiatan atau aktifitas yang bisa menyebabkan badan pegal dan diantaranya yaitu :
  1. Bila kita melakukan perjalanan jauh maka akan bisa menyebabkan badan kita pegal. Penyebabnya karena posisi pinggul terlalu lama menopang badan bagian atas dan juga kaki dalam posisi yang sama rentang waktu yang sama. Itu kita rasakan kalau menempuh perjalanan jauh dengan bus atau pun kereta api, apalagi kalau pas penuh kendaraannya.
  2. Gangguan tidur insomnia dan begadang bisa menyebabkan rasa pegal ini, terkadang buat leher terasa kaku dan tegang. Mungkin pada waktu kita sekarang ini dengan adanya event sepakbola euro 2012 tentunya banyak yang begadang menonton kesebelasan favoritnya dan juga memprediksikan siapa yang menjadi juara euro 2012 kali ini
  3. Tidur dengan posisi bantal sangat tinggi dan posisi yang salah akan bisa menyebabkan leher terasa pegal dan kaku karena aliran darah ke kepala tidak berjalan dengan lancar.
  4. Duduk di depan komputer terlalu lama tanpa diselingi dengan istirahat juga bisa menyebabkan pegal. Apalagi yang pekerjaan berhubungan dengan komputer tentunya kesehariannya tak akan lepas dengan komputer.
emikian tadi sahabat sedikit mengenai penyebab badan pegal dan semoga bisa berguna serta bisa untuk memberikan bermanfaat.

Sunday, June 10, 2012

Jenis Luka

Jenis Luka. Luka adalah hilang atau pun rusaknya sebagian dari jaringan tubuh. Keadaan luka ini banyak faktor penyebabnya. Diantara penyebab dari luka adalah dapat trauma benda tajam atau tumpul, ledakan, zat kimia, perubahan suhu, sengatan listrik, atau pun gigitan hewan. Demikian kurang lebih dari pengertian luka. Nah kali ini Blog Keperawatan akan mencoba sharing sedikit mengenai berbagai jenis luka dan semoga dengan kita mengenal akan jenis luka akan bisa memberikan manfaat.

Ketika sebuah luka terjadi pada diri kita atau pun tubuh kita maka akan bisa timbul beberapa dampak dan efek luka yang ditimbulkannya. Beberapa dampak luka yang kemungkinan bisa terjadi yaitu :
  1. Hilangnya sebagian atau bahkan seluruh fungsi organ yang terkena luka.
  2. Perdarahan dan juga pembekuan darah pada tubuh kita.
  3. Timbulnya respon stres simpatis.
  4. Kemungkinan terjadinya kontaminasi dari bakteri.
  5. Bisa terjadi kematian dari sel.
Setelah terjadi proses luka itu, maka tubuh akan berproses dalam penyembuhan luka yang telah terjadi. Proses penyembuhan luka dalam dunia medis kita mengenal akan tiga tahap. Tahap / fase penyembuhan luka adalah sebagai berikut :
  1. Fase inflamasi.
  2. Proliferasi.
  3. Remodeling (penyudahan yang merupakan perupaan kembali jaringan).
jenis luka, pengertian luka, Blog Keperawatan

Selanjutnya adalah menginjak kepada pokok permasalahan pada postingan kali ini yaitu mengenai jenis luka. Luka dalam hal ini seringkali digambarkan dengan bagaimana cara mendapatkan luka itu dan menunjukkan derajat dari luka tersebut.

Maka jenis macam luka terbagi menjadi :
1. Berdasarkan Tingkat Kontaminasi Luka. Luka yang berdasarkan tingkat kontaminasi ini terbagi menjadi :
  1. Luka Bersih (Clean Wounds). Yang dimaksud dengan luka bersih adalah luka bedah tak terinfeksi yang mana luka tersebut tidak terjadi proses peradangan (inflamasi) dan juga infeksi pada sistem pernafasan, pencernaan, genital dan urinari tidak terjadi. Luka bersih ini biasanya menghasilkan luka yang tertutup, jika diperlukan dimasukkan drainase tertutup. Kemungkinan terjadinya infeksi luka pada luka jenis ini berkisar kurang lebih 1% – 5%.
  2. Luka bersih terkontaminasi (Clean-contamined Wounds). Jenis luka ini adalah luka pembedahan dimana saluran respirasi, pencernaan, genital atau perkemihan dalam kondisi terkontrol, kontaminasi tidak selalu terjadi, dan kemungkinan terjadinya infeksi luka pada luka jenis ini adalah 3% – 11%.
  3. Luka terkontaminasi (Contamined Wounds). Yang dimaksud dengan luka terkontaminasi adalah luka terbuka, fresh, luka akibat kecelakaan dan operasi dengan kerusakan besar dengan teknik aseptik atau kontaminasi dari saluran cerna. Pada jenis kategori ini juga termasuk insisi akut, inflamasi nonpurulen. Kemungkinan terjadinya infeksi pada jenis luka ini adalah berkisar 10% – 17%.
  4. Luka kotor atau infeksi (Dirty or Infected Wounds). Jadi yang dimaksud dengan luka jenis ini adalah terdapatnya mikroorganisme pada luka. Dan tentunya kemungkinan terjadinya infeksi pada luka jenis ini akan semakin besar dengan adanya mikroorganisme tersebut.
2. Berdasarkan Kedalaman Dan Luasnya Luka. Jenis luka berdasarkan akan hal ini terbagi menjadi 4 stadium yaitu :
  • Stadium I : Luka Superfisial (Non-Blanching Erithema). Luka jenis ini adalah luka yang terjadi pada lapisan epidermis kulit.
  • Stadium II : Luka "Partial Thickness". Luka jenis ini adalah hilangnya lapisan kulit pada lapisan epidermis dan bagian atas dari dermis. Merupakan luka superficial dan adanya tanda klinis seperti halnya abrasi, blister atau lubang yang dangkal.
  • Stadium III : Luka "Full Thickness". Luka jenis ini adalah hilangnya kulit keseluruhan meliputi kerusakan atau nekrosis jaringan subkutan yang dapat meluas sampai bawah tetapi tidak melewati jaringan yang mendasarinya. Lukanya sampai pada lapisan epidermis, dermis dan fasia tetapi tidak mengenai otot. Luka timbul secara klinis sebagai suatu lubang yang dalam dengan atau tanpa merusak jaringan di sekitarnya.
  • Stadium IV : Luka "Full Thickness". Luka jenis ini adalah luka yang telah mencapai lapisan otot, tendon dan tulang dengan adanya destruksi / kerusakan yang luas.
3. Berdasarkan Waktu Penyembuhan Luka. Jenis luka berdasarkan akan hal ini terbagi menjadi 2 hal yaitu :
  1. Luka Akut. Luka akut adalah jenis luka dengan masa penyembuhan sesuai dengan konsep penyembuhan yang telah disepakati.
  2. Luka Kronis. Luka kronis adalah jenis luka yang yang mengalami kegagalan dalam proses penyembuhan, dapat karena faktor eksogen dan endogen.
Selanjutnya adalah mengenai jenis luka yang didasarkan akan mekanisme terjadinya luka tersebut.
Jenis luka berdasarkan mekanisme terjadinya luka terbagi menjadi :
  1. Luka Insisi (Incised Wound), terjadi karena teriris oleh instrument yang tajam. Contohnya adalah luka yang terjadi akibat dari proses pembedahan pembedahan.
  2. Luka Memar (Contusion Wound), terjadi akibat benturan oleh suatu tekanan dan dikarakteristikkan oleh cedera pada jaringan lunak, perdarahan dan bengkak.
  3. Luka Lecet (Abraded Wound), terjadi akibat kulit bergesekan dengan benda lain yang biasanya dengan benda yang tidak tajam.
  4. Luka Tusuk (Punctured Wound), terjadi akibat adanya benda, seperti pisau yang masuk ke dalam kulit dengan diameter yang kecil.
  5. Luka Gores (Lacerated Wound), terjadi akibat benda yang tajam seperti oleh kaca atau oleh kawat.
  6. Luka Tembus (Penetrating Wound), yaitu luka yang menembus organ tubuh biasanya pada bagian awal luka masuk diameternya kecil tetapi pada bagian ujung biasanya lukanya akan melebar.
  7. Luka Bakar (Combustio), yaitu luka akibat terkena suhu panas seperti api, matahari, listrik, maupun bahan kimia.
Demikian tadi sahabat sedikit mengenai jenis luka. Dan selanjut nanti Insay Allah akan diposting mengenai fase penyembuhan luka dan semoga dengan kita mengenal akan jenis macam luka ini bisa berguna serta dapat memberikan manfaat.

Thursday, June 7, 2012

Resiko Diabetes Melitus

Faktor Resiko Diabetes Melitus. Indonesia sebagai negara berkembang peningkatan penyakit diabetes melitus (DM) ternyata lebih banyak dibandingkan dengan negara-negara berkembang lainnya. World Health Organization (WHO) menyimpulkan bahwa di Indonesia, penderita diabetes melitus menempati urutan ke-4 terbesar dalam jumlah dengan prevalensi 8,6% dari total penduduk, sedangkan negara lainnya yang berada di urutan diatasnya yaitu India, China dan Amerika Serikat.

Beberapa penelitian di Bali, 2005 menunjukkan bahwa insiden DM angka kejadian diabetes melitus di masyarakat mencapai lebih dari 13,5% dan diperkirakan jumlah ini akan terus meningkat seiring dengan perubahan pola hidup sehat dan pola makan masyarakat. Temuan tersebut semakin membuktikan bahwa penyakit diabetes mellitus (DM) merupakan masalah kesehatan masyarakat yang sangat serius (Depkes.go.id, 2005).

Demikian tadi bila diabetes melitus dilihat dari segi medis. Bila dilihat dari sudut keperawatannya tentunya sebagai perawat kita melakukan asuhan keperawatan dan di Blog Keperawatan ini pula telah dibahas dan juga diposting mengenai askep diabetes melitus. Nah di kali ini Blog Keperawatan akan sharing sedikit mengenai faktor resiko diabetes melitus ini dan semoga dengan mengenal akan faktor resiko diabetes melitus / DM ini dapat memberikan manfaat serta berguna.

Penyakit diabetes melitus ini tidak bisa disembuhkan, namun bisa dikendalikan dan juga kontrol yang baik tentunya dengan rajin dalam hal mengontrol kadar gula darah. Kontrol yang ketat ini akan bisa mencegah terjadinya komplikasi DM pada pasien dengan diabetes. Karena komplikasi penyakit diabetes melitus (DM) ini banyak macamnya pula. Penyakit diabetes melitus dapat dihindari apabila setiap individu melakukan tindakan pencegahan, antara lain mengetahui faktor resiko diabetes melitus ini.

Faktor Resiko Diabetes Melitus (DM), Blog Keperawatan

Faktor resiko penyakit DM ini ada dua faktor yang mempengaruhi yaitu faktor yang dapat dimodifikasi dan faktor resiko yang tidak dapat dimodifikasi.
Faktor resiko diabetes melitus yang dapat dimodifikasi diantaranya yaitu :
  1. Obesitas (kegemukan). Analisis yang dilakukan di Jakarta melihat adanya korelasi yang bermakna antara obesitas dengan kadar gula darah. Obesitas secara tersendiri tidak sampai menimbulkan diabetes, walaupun hal ini jelas dapat menaikkan kadar gula darah seseorang. Mekanisme hubungan antara obesitas sebagai faktor risiko diabetes, sampai saat ini masih belum diketahui secara jelas benar. Yang sudah diketahui adalah bahwasannya diabetes melitus mempunyai etiologi multifaktorial dengan obesitas sebagai salah satu faktornya (Sarwono, 1996).
  2. Merokok. Merokok merupakan salah satu masalah kesehatan masyarakat di Indonesia karena merokok dapat menimbulkan kematian. Bila pada tahun 2000 hampir 4 juta orang meninggal akibat merokok, maka pada tahun 2010 akan meningkat menjadi 7 dari 10 orang yang akan meninggal karena merokok. Di Indonesia, 70% penduduknya adalah perokok aktif. Dilihat dari sisi rumah tangga, 57 persennya memiliki anggota yang merokok yang hampir semuanya merokok di dalam rumah ketika bersama anggota keluarga lainnya. Artinya, hampir semua orang di Indonesia ini merupakan perokok pasif (Depkes.go.id, 2005).
  3. Stressor / stres. Stres memang faktor yang dapat membuat seseorang menjadi rentan dan lemah, bukan hanya secara mental tetapi juga fisik. Penelitian terbaru membuktikan komponen kecemasan, depresi dan gangguan tidur malam hari adalah faktor pemicu terjadinya penyakit diabetes khususnya di kalangan pria. Para ahli dari Karolinska Institute Swedia menemukan, pria yang memiliki tingkat stres psikologisnya tinggi tercatat memiliki risiko dua kali lipat menderita diabetes tipe-2 dibandingkan mereka yang tingkat stres psikologisnya rendah.
  4. Hipertensi. Di Amerika telah meneliti hubungan antara tekanan darah dengan diabetes tipe 2 dan menemukan bahwa wanita yang memiliki tekanan darah tinggi berisiko 3 kali terkena diabetes dibandingkan dengan wanita yang memiliki tekanan darah rendah. Dalam penelitian ini ditemukan bahwa wanita yang memiliki hipertensi, berisiko 3 kali lipat menjadi diabetes dibandingkan dengan wanita yang memiliki tekanan darah optimal (Escardio, 2007).
Faktor risiko Diabetes Melitus yang tidak dapat dimodifikasi diantaranya yaitu :
  1. Umur di atas 45 tahun keatas.
  2. Faktor keturunan.
  3. Ras.
  4. Riwayat menderita diabetes gestasional.
  5. Mempunyai riwayat melahirkan bayi dengan berat lebih dari 4,5 kg.
  6. Jenis kelamin.
Demikian tadi sahabat sedikit mengenai faktor resiko diabetes melitus dan semoga bisa berguna serta memberikan manfaat. Dengan kita lebih mengenal akan faktor-faktor yang meningkatkan resiko diabetes melitus ini kita diharapkan lebih waspada dan berhati-hati terhadap penyakit ini dan tentunya pencegahan akan selalu lebih baik daripada pengobatan.

Sunday, June 3, 2012

Anemia Pada Anak

Anemia Pada Anak. Anemia adalah suatu keadaan dimana saat jumlah sel darah merah atau jumlah hemoglobin (HB)(protein pembawa oksigen) dalam sel darah merah berada di bawah normal. Sel darah merah mengandung hemoglobin yang memungkinkan mereka mengangkut oksigen dari paru-paru, dan mengantarkannya ke seluruh bagian tubuh. Lalu bagaimana bila anemia ini menimpa kapada anak-anak dan terjadi anemia pada anak. Blog Keperawatan akan mencoba sharing sedikit mengenai anemia pada anak ini dan semoga bisa memberikan manfaat.

Hemoglobin yang tadi disebutkan diatas merupakan pigmen yang membuat sel darah itu berwarna merah yang pada akhirnya hal tersebut akan membuat darah manusia berwarna merah. Fungsi hemoglobin (HB) ini merupakan sebuah media transport oksigen dari paru paru ke seluruh jaringan tubuh. Oksigen merupakan bagian terpenting dari proses metabolisme tubuh untuk dapat menghasilkan energi yang nantinya kita gunakan dalam beraktifitas sehari-hari. Hemoglobin ini juga dapat berfungsi membawa karbondioksida hasil metabolisme dari jaringan tubuh ke paru paru untuk selanjutnya dikeluarkan saat bernafas.

anemia pada anak, Blog Keperawatan

Tentunya kita sebagai orang tua tidak menginginkan anemia pada anak ini menimpa kepada anak-anak kita. Karena dampak dan efek yang ditimbulkan anemia ini terhadap pertumbuhan serta perkembangan sang anak sendiri.

Mungkin sebagian dari kita mengira bahwa anemia hanya bisa menyerang dan terjadi pada orang dewasa. Pada prinsipnya pendapat akan hal tersebut tidaklah tepat sepenuhnya, karena anemia juga bisa menyerang dan juga bisa terjadi pada anak.

Menurut WHO (World Health Organization) anemia pada anak bisa berdampak kepada terganggunya pertumbuhan serta perkembangan anak tersebut. Hal ini karena aktirifas yang dibutuhkan dalam tahap perkembangan serta pertumbuhannya tidak terpenuhi dengan baik karena energi tubuhnya yang berkurang dan berbeda dengan anak seusianya yang tidak mendapat anemia. Anemia pada anak bisa menyebabkan daya tangkap sang anak yang berkurang sehingga mengakibatkan menurunnya tingkat intelegensia anak dan kurang bergairah dalam melakukan aktivitas seperti anak pada umumnya.

Beberapa ciri tanda-tanda anak anemia diantaranya yaitu :
  1. Anak terlihat lemah, letih, lesu. hal ini karena oksigen yang dibawa ke seluruh tubuh berkurang karena media transportnya (HB) kurang sehingga tentunya yang membuat energi berkurang dan dampaknya adalah 3L, lemah letih lesu.
  2. Mata berkunang-kunang. Hampir sama prosesnya dengan yang diatas, karena darah yang membawa oksigen berkurang, aliran darah serta oksigen ke otak berukrang pula dan berdampak kepada indera penglihatan dengan pandangan mata yang berkunang-kunang.
  3. Menurunnya daya pikir, akibatnya sulit berkonsentrasi.
  4. Daya tahan tubuh menurun yang ditandai dengan mudahnya terserang sakit.
  5. Pada tingkat lanjut atau anemia yang berat maka anak bisa menunjukkan tanda-tanda sesak napas, detak jantung cepat, dan bengkak di tangan dan kaki. .
Untuk mencegah anemia pada anak ini adalah kita sebagai orang tua hendaknya memberikan asupan makanan dengan gizi yang baik dan juga seimbang. Makanan yang banyak akan kandungan zat besinya seperti halnya kuning telur, daging merah, kentang, tomat, hati dan sayuran adalah makanan alami yang kaya zat besi.

Tuesday, May 29, 2012

Pemeriksaan Kesehatan Jantung

Pemeriksaan Kesehatan Jantung. Jantung adalah sebuah organ penting yang berfungsi sebagai pompa yang memiliki empat bilik. Dua bilik yang terletak di atas disebut Atrium, dan dua yang lainnya di bawah disebut dengan Ventrikel. Jantung juga dapat dibagi menjadi dua bagian, yaitu bagian kanan yang bertugas memompa darah ke paru-paru, dan bagian kiri yang bertugas memompa darah ke seluruh tubuh manusia. Atrium dan ventrikel ini masing-masing akan dipisahkan oleh sebuah katup, sedangkan sisi kanan dan kiri jantung akan dipisahkan oleh sebuah sekat yang dinamakan dengan septum.

Jantung adalah salah satu organ tubuh vital kita dan tentunya kita akan senantiasa menginginkan keadaan sehat bagi tubuh kita termasuk organ vital yang satu ini. Agar kita terjaga kesehatan jantungnya, maka kita perlu untuk melakukan pemeriksaan jantung ini dengan beberapa bagian dari check up jantung. Dan semoga artikel mengenai pelayanan pemeriksaan jantung lengkap ini nantinya bisa memberikan manfaat.

Kebanyakan dari kita akan merasakan nikmat sehat bila kita sedang merasakan sakit. Akan tetapi hal tersebut bisa juga memberikan hikmah dibalik sakit yang kita derita. Untuk itulah sebelum kita menderita sakit jantung, alangkah lebih baiknya kita melakukan pemeriksaan jantung kita di tempat pelayanan kesehatan yang tersedia.

Selain itu kita juga bisa melakukan pencegahan penyakit jantung dengan menerapkan pola hidup sehat dan juga pola makan yang sehat pula. Khusus dalam hal yang berkaitan dengan penyakit jantung koroner kita bisa melakukan pencegahan jantung koroner yang tentunya tidak jauh berbeda dan prinsipnya sama dengan menjaga pola hidup dan pola makan yang sehat pula.

pemeriksaan jantung, EKG, Blog Keperawatan

Dalam melakukan pemeriksaan kesehatan jantung ini ada yang dilakukan dengan pemeriksaan diagnostik non invasif dan juga pemeriksaan jantung yang invasif. Nah kali ini yang akan dicoba diulas di bawah ini yaitu pemeriksaan diagnostik kesehatan jantung yang non invasif.

Berikut beberapa jenis pemeriksaan jantung yang non invasif diantaranya yaitu :
  1. EKG. EKG ini adalah salah satu jenis pemeriksaan kesehatan jantung, karena dengan gambaran yang dihasilkan dari listrik jantung bisa kita lihat kemungkinan adanya gangguan jantung. Pemeriksaan EKG mampu merekam aktivitas "listrik" jantung. Sumbatan koroner pada jantung yang mengalami "iskemik" menyebabkan gangguan aktivitas "listrik" jantung yang terdeteksi melalui "elektrokardiogram". EKG juga dapat merekam berbagai kelainan aktivitas listrik jantung lainnya. Beberapa jenis penyakit yang bisa dideteksi dengan EKG ini diantaranya yaitu penyakit jantung koroner, infark miokard akut, hipertensi
  2. Ekhokardiografi. Pemeriksaan kesehatan jantung ini adalah sebuah pemeriksaan yang menggunakan prinsip gelombang suara ultra (ultra sound) untuk melihat anatomi jantung saat bergerak (berdenyut), sehingga dapat diketahui adanya gangguan dalam gerakan otot jantung, kebocoran sekat jantung, penyempitan / kebocoran katub jantung, ukuran ruang jantung, maupun adanya cairan serta tumor pada rongga jantung. Pemeriksaan ekhokardiografi ini juga bisa digunakan untuk mengevaluasi hasil operasi jantung maupun hasil terapi medis.
  3. Ekhokardiografi Dopller. Merupakan pemeriksaan Ekhokardiografi dengan menggunakan teknik Doppler. Ekhokardiografi Doppler ini digunakan untuk menilai aliran darah dalam jantung maupun pembuluh darah sehingga dapat mendeteksi adanya penyakit jantung, seperti : stenosis (penyempitan) katup , regurgitasi (kebocoran) katup , kelainan jantung bawaan.
  4. Dobutamine Stress Echocardiography (DSE). Adalah pemeriksaan ekokardiografi dengan menggunakan infus Dobutamine pada pasien-pasien yang dicurigai memiliki penyakit jantung koroner namun tidak dapat dengan alat Treadmill. Selain untuk mendeteksi ada tidaknya penyempitan pembuluh koroner, pemeriksaan DSE juga dapat digunakan untuk mengetahui viabilitas otot jantung dengan memantau gangguan gerakan otot jantung.
  5. Uji Latih Jantung Beban (Treadmill). Pemeriksaan kesehatan jantung ini menggunakan alat yang untuk merekam perubahan EKG, tekanan darah dan frekuensi denyut jantung serta mengetahui kapasitas fungsi jantung pada waktu beraktivitas. Pemeriksaan ini penting dan seringkali digunakan untuk memeriksa orang-orang yang mengalami : keluhan (angina pektoris) nyeri dada (EKG tidak khas) laki-laki >40 tahun atau wanita setelah monopouse yang disertai faktor resiko penyakit jantung koroner (PJK) seperti merokok, kegemukan, kurang aktivitas, kencing manis (DM), pasca rawat dengan angina pektoris tak stabil, pasca serangan jantung, dan sebagainya. Pemeriksaan ini sering juga digunakan untuk deteksi dini penyakit jantung koroner disamping untuk menilai kesegaran jasmani. Pada pemeriksaan ini pasien diharuskan berjalan diatas ban treadmill dan setiap 3 menit beban maupun kecepatan alat tersebut akan ditingkatkan. Tes dihentikan apabila pasien ada keluhan, atau target nadi maksimal telah dicapai atau adanya perubahan terhadap rekaman EKG maupun tekanan darah yang tidak normal.
  6. Cardio Pulmonary Exercise Test. Merupakan suatu tes terhadap fungsi jantung dan paru (kardiorespirasi) dengan menggunakan peralatan khusus. Prosedur yang dilaksanakan hampir sama dengan Treadmill tes, bedanya disini pernafasan pasien saat menghirup maupun mengeluarkan nafas dilakukan hanya boleh melalui alat khusus yang dipasangkan pada mulut saja.
  7. Holter dan Blood Pressure Monitoring. Pemantauan terhadap aktivitas listrik jantung selama 24 jam terus menerus dengan menggunakan peralatan Holter, sehingga gangguan irama yang timbul sewaktu-waktu dapat terekam didalam alat ini. Selain memantau aktivitas listrik jantung, sarana Holter juga dilengkapi dengan pencatatan tekanan darah. Setelah pemasangan, pasien dipersilakan untuk pulang dan mencatat semua kegiatan maupun keluhannya sepanjang hari. Pasien diharuskan kembali ke rumah sakit keesokan harinya pada waktu yang telah ditentukan untuk mengevaluasi hasil pemantauan.
Demikian tadi sahabat semuanya mengenai beberapa jenis pemeriksaan kesehatan jantung dan juga digunakan untuk medical check up jantung pemeriksaan diatas digunakan dan ditambahi dengan pemeriksaan laboratorium untuk darahnya.

Thursday, May 17, 2012

Pengertian Angina Pektoris

Nyeri Dada / Angina Pektoris. Keluhan nyeri dada pada pasien dengan penyakit jantung koroner adalah keluhan yang paling sering dirasakan. Dan nyeri dada pada pasien dengan jantung koroner itu mempunyai ciri khas tersendiri. Seperti halnya nyeri dada seperti ditekan, ditindih, menjalar ke lengan sebelah kiri dan timbul saat beraktifitas. Nyeri dada dalam sakit jantung disebut dengan angina pektoris. Dan semoga askep angina pektoris / askep nyeri dada ini dapat bermanfaat sahabat semuanya.

Menginjak pada permulaan makalah nyeri dada ini maka di mulai dengan definisi / pengertian nyeri dada itu sendiri. Angina pektoris didefinisasikan dengan :
Suatu sindroma kronis dimana klien mendapat serangan sakit dada yang khas yaitu seperti ditekan, atau terasa berat di dada yang seringkali menjalar ke lengan sebelah kiri yang timbul pada waktu aktifitas dan segera hilang bila aktifitas berhenti. (Prof. Dr. H.M. Sjaifoellah Noer, 1996)
Pengertian Angina pektoris yang lainnya adalah suatu istilah yang digunakan untuk menggambarkan jenis rasa tidak nyaman yang biasanya terletak dalam daerah retrosternum. (Penuntun Praktis Kardiovaskuler)
Dan ada juga yang menyebutkan bahwasannya angina pektoris adalah nyeri dada yang ditimbulkan karena iskemia miokard dan bersifat sementara ataupun reversibel. (Dasar-dasar keperawatan kardiotorasik, 1993)

Demikian beberapa pengertian angina pektoris yang seringkali kita jumpai tatkala merawat pasien jantung.
Faktor penyebab Etiologi nyeri dada / angina pektoris diantaranya yaitu :
  1. Spasme arteri koroner.
  2. Ateriosklerosis.
  3. Aorta Insufisiensi.
  4. Anemia berat.
  5. Artritis.
Selain dari etiologi di atas, ada juga faktor-faktor resiko lainnya. Faktor resiko angina pektoris ini terbagi dalam dua hal. Yaitu Faktor yang dapat diubah (dimodifikasi) dan juga ada faktor resiko yang tidak dapat diubah.
Adapun yang termasuk dalam faktor resiko yang dapat diubah yaitu :
Adapun yang masuk dalam kategori faktor resiko yang dapat diubah yaitu :
  • Jenis Kelamin.
  • Usia.
  • Herediter.
  • Ras.
  • Jenis kepribadian.
pengertian angina pektoris,pengertian nyeri dada, Blog Keperawatan

Keluhan nyeri dada atau angina pektoris ini seringkali dipicu karena aktifitas dan beberapa hal. Jadi beberapa hal dibawah ini dapat mengakibatkan adanya keluhan nyeri dada di antaranya yaitu :
  1. Kerja fisik yang terlalu keras dan capai.
  2. Adanya stress.
  3. Emosi.
  4. Banyak merokok.
  5. Terlalu kenyang makan.
Dalam dunia medis, diagnosa angina pektoris ini terbagi menjadi 3 varian yaitu Angina Pektoris Stabil, Angina Pektoris Tidak Stabil, dan yang terakhir adalah jenis Angina Prinzmental (Angina Varian) dengan ciri-ciri khas yang berbeda.
Untuk Angina Pektoris Stabil ciri-cirinya yaitu :
  1. Awitan secara klasik berkaitan dengan latihan atau aktifitas yang meningkatkan kebutuhan oksigen miokard.
  2. Nyeri dada segera hilang dengan istirahat atau menghentikan aktifitas.
  3. Durasi nyeri dada 3 - 5 menit dan jarang melebihi 10 menit.
  4. Latar belakang timbunya nyeri dada ini adalah kebutuhan aliran darah koroner yang meningkat, misalnya
    pada waktu kerja fisik atau saat olah raga dan suplai koroner tidak dapat memenuhi kebutuhan aliran darah tersebut.
Untuk Angina Pektoris Tidak Stabil ciri-cirinya yaitu :
  1. Sifat, tempat dan penyebaran nyeri dada dapat mirip dan sama dengan angina pektoris stabil.
  2. Durasi serangan pada jenis ini bisa timbul lebih lama dari angina pektoris stabil.
  3. Pencetus dapat terjadi pada keadaan istirahat atau pada tingkat aktifitas yang tergolong ringan.
  4. Kurang responsif terhadap pengobatan nitrat contohnya ISDN.
  5. Pada gambaran EKG lebih sering ditemukan depresi segmen ST.
  6. Bisa disebabkan oleh ruptur plak aterosklerosis, spasmus, trombus atau trombosit yang beragregasi.
  7. Sering disebut dengan angina pre infark disebabkan aterosklerosis arteri koroner.
Angina Prinzmental (Angina Varian).
  1. Sakit dada atau nyeri timbul pada waktu istirahat, seringkali timbul di pagi hari.
  2. Berlangsung lebih lama daripada angina pektoris stabil yaitu sekitar 1-15 menit kadang sampai 20 menit.
  3. Nyeri dada disebabkan karena spasmus pembuluh koroner yang aterosklerotik.
  4. EKG menunjukkan elevasi segmen ST.
  5. Cenderung berkembang menjadi infark miokard akut.
  6. Dapat terjadi aritmia pada tingkat lanjut.
Mekanisme timbulnya angina pektoris didasarkan pada ketidakadekuatan suplai oksigen ke sel-sel miokardium yang diakibatkan karena kekakuan arteri dan penyempitan lumen arteri koroner (ateriosklerosis koroner). Tidak diketahui secara pasti apa penyebab ateriosklerosis, namun jelas bahwa tidak ada faktor tunggal yang bertanggungjawab atas perkembangan ateriosklerosis. Ateriosklerosis merupakan penyakit arteri koroner yang paling sering ditemukan. Sewaktu beban kerja suatu jaringan meningkat, maka kebutuhan oksigen juga meningkat. Apabila kebutuhan meningkat pada jantung yang sehat maka arteri koroner berdilatasi dan mengalirkan lebih banyak darah dan oksigen ke otot jantung. Namun apabila arteri koroner mengalami kekakuan atau menyempit akibat ateriosklerosis dan tidak dapat berdilatasi sebagai respon terhadap peningkatan kebutuhan akan oksigen, maka terjadi iskemik (kekurangan suplai darah) miokardium.

Adanya endotel yang cedera mengakibatkan hilangnya produksi No (nitrat Oksid)yang berfungsi untuk menghambat berbagai zat yang reaktif. Dengan tidak adanya fungsi ini dapat menyababkan otot polos berkontraksi dan timbul spasmus koroner yang memperberat penyempitan lumen karena suplai oksigen ke miokard berkurang. Penyempitan atau blok ini belum menimbulkan gejala yang begitu nampak bila belum mencapai 75%. Bila penyempitan lebih dari 75% serta dipicu dengan aktifitas berlebihan maka suplai darah ke koroner akan berkurang. Sel-sel miokardium menggunakan glikogen anaerob untuk memenuhi kebutuhan energi mereka. Metabolisme ini menghasilkan asam laktat yang menurunkan pH miokardium dan menimbulkan nyeri. Apabila kebutuhan energi sel-sel jantung berkurang, maka suplai oksigen menjadi adekuat dan sel-sel otot kembali fosforilasi oksidatif untuk membentuk energi. Proses ini tidak menghasilkan asam laktat. Dengan hilangnya asam laktat nyeri akan reda.

Demikian tadi sahabat sedikit mengenai pengertian angina pektoris yang ditinjau dari segi medisnya (konsep medis). Untuk selanjutnya akan dibahas mengenai bagian keperawatannya khususnya yaitu askep angina pektoris pada postingan berikutnya sahabat. Semoga pengertian nyeri dada atau angina pektoris ini dapat bermanfaat.

Monday, May 7, 2012

Sakit Dan Hikmah Dibaliknya

Hikmah Sakit.Sakit dan penyakit adalah suatu keadaan dari abnormal dalam tubuh ataupun pikiran yang menimbulkan ketidaknyamanan, disfungsi atau kesukaran terhadap orang yang dipengaruhinya. Untuk menyembuhkan penyakit, orang-orang biasa berkonsultasi serta berobat kepada petugas kesehatan dan medis. Demikian kira-kira tentang pengertian sakit / penyakit.Sebagai seorang perawat yang bertugas dalam lingkup pelayanan kesehatan di Rumah Sakit tentunya dalam kesehariannya menemui orang-orang sakit yang membutuhkan perawatan dan pengobatan. Nah dari situlah kita secara tidak langsung dapat belajar mengenai hikmah sakit dari para pasien yang dirawat.

Sakit adalah sesuatu hal yang pastinya kita akan mengalaminya.Baik itu waktu kita masih kecil, kanak-kanak sampai dewasa seperti sekarang ini, atau nanti saat kematian hendak menjemput kita. Hal yang seringkali membuat kita baru merasakan betapa nikmat sehat adalah di kala kita mengalami apa yang dinamakan dengan sakit itu sendiri. Hidup kita ini tidak terlepas dari cobaan serta ujian, bahkan cobaan dan ujian dalam hal ini sakit merupakan sunatullah dalam kehidupan. Manusia akan diuji dalam kehidupannya baik dengan perkara yang tidak disukainya atau bisa pula pada perkara yang menyenangkannya bagi dirinya. Untuk itulah kita akan sedikit belajar bersama mengenai sakit dan hikmah dibaliknya.

Bagi manusia yang serba mempunyai kekurangan ini bersyukur tatkala mendapatkan kebaikan serta kesenangan adalah sesuatu hal yang lebih mudah untuk kita lakukan. Akan tetapi kebalikannya, bersabar ketika mendapatkan musibah atau sakit ini adalah sesuatu yang tidak mudah untuk dilakukan. Hal itulah yang akan membedakan tingkat keimanan seseorang. Semakin besar ujian yang diterima dan dia dapat bersabar maka semakin tinggi pula derajat seseorang. Demikian banyak Ustadz yang membicarakannya dalam forum pengajian.

hikmah sakit, Blog Keperawatan

Nah dari beberapa forum pengajian dan juga pengalaman pribadi dalam melakukan perawatan di rumah sakit akan banyak ditemui mengenai hikmah sakit itu. Bahkan seringkali terbetik bila kita mengalami bosan atas rutinitas pekerjaan merawat pasien, saya seringkali flasback pada diri sendiri. Lebih baik sehat dan merawat yang sakit daripada sakit dan kita mendapatkan perawatan. Itulah yang membuat hati ini senantiasa bersemangat dalam hal memberikan pelayanan kesehatan dalam perawatan dan juga dalam menjalankan profesi perawat.Dan itu pun mudah-mudahan termasuk wujud rasa syukur kita pada nikmat sehat yang telah Allah anugerahkan kepada kita aamiin.

Lanjut kembali mengenai topik kita kali ini di Blog Keperawatan ini yaitu mengenai hikmah sakit.Beberapa hikmah penyakit yang dapat kita maknai dengan hati yaitu diantaranya :
  1. Ketika tubuh kita sakit, maka pada dasarnya tubuh kita sejenak dari aktifitas yang terus-menerus dalam menopang kehidupan kita.Jantung dengan fungsinya memompa, otak kita yang berfungsi berpikir, badan yang menjalankan aktifitas sehari-hari.Maka ketika seseorang sakit, ia memperoleh kesempatan untuk beristirahat, sambil melakukan introspeksi dan berpikir untuk memperbaiki pola hidupnya setelah ia sembuh nanti.
  2. Sakit juga bisa merupakan media pendidikan bagi kita bahwasannya nikmat sehat yang Allah limpahkan kepada kita begitu mahalnya.Dengan kita sakit, makan makanan yang nikmat dan lezat saja terasa hambar. Padahal ketika sehat, makan nasi dan juga lauk secukupnya akan sangat merasakan kelezatannya bila ditambahi dengan rasa syukur kita.Hal lainnya adalah ketika seseorang tersebut sakit, maka ia akan memahami betapa mahalnya nilai kesehatan. Karena sakitnya itu, ia pun rela mengeluarkan segala yang ia miliki demi memperoleh kesembuhan dari penyakit yang dideritanya.
  3. Sakit bisa merupakan sebuah teguran atas kesombongan manusia. Ketika dalam keadaan sehat, manusia seringkali bertingkah seolah-olah dialah yang paling gagah, paling berkuasa dan paling berpengaruh. Tapi ketika sakit datang menyapanya, segagah apapun menusia itu, sebesar apapun manusia dan sebesar apapun pengaruh dia dalam masyarakat atau di tempat kerjanya, ia tidak dapat beranjak dari tempat tidurnya. Ketika itu, ia tidak lebih dari tulang dan darah yang dibungkus kulit.Itulah hikmah sakit yang bisa dirasakan kita.Seorang direktur perusahaan sebesar apapun maka dalam pelayanan di rumah sakit tentunya akan diobati oleh dokter dan dirawat oleh kita para perawat.
  4. Sakit bisa merupakan kesempatan kita dalam hal bertaubat dan juga bisa menghapus dosa. Hal ini bukan hanya dilakukan oleh yang soleh, orang sejahat apapun ketika sakit parah tak boleh berbuat apa-apa. Tangannya tidak ringan lagi. Mulutnya tak mampu berkata seenaknya sendiri lagi. Yang ada hanyalah penyesalan. Jadi teringat dalam forum pengajian bahwasannya pengertian penyakit yang diderita seorang hamba menjadi sebab diampuninya dosa yang telah dilakukan termasuk dosa-dosa setiap anggota tubuh.Rasulullah shallallau 'alaihi wa sallam bersabda :
    "Setiap getaran pembuluh darah dan mata adalah karena dosa. Sedangkan yang dihilangkan Allah dari perbuatan itu lebih banyak lagi."(HR. Tabrani)
    Dan hadist berikut ini pula :
    "Tidaklah menimpa seorang mukmin rasa sakit yang terus menerus, kepayahan, penyakit, dan juga kesedihan, bahkan sampai kesusahan yang menyusahkannya, melainkan akan dihapuskan dengannya dosa-dosanya."(HR. Muslim).
  5. Hikmah sakit yang lainnya akan membuat kita merasa benar-benar makhluk yang lemah, tidak berdaya sehingga kita akan bersungguh-sungguh memohon perlindungan kepada Allah Ta'ala, Dzat yang mungkin telah kita lalaikan selama ini. Kepasrahan ini pula yang menuntun kita untuk bertobat atas segala dosa dan kesalahan-kesalahan yang telah banyak kita lakukan.
  6. Hikmah sakit yang lainnya adalah bahwa bila kita bersabar dalam menjalani sakit dan penyakit maka kata pak Ustadz hal tersebut akan mendapatkan pahala dan ditulis untuknya bermacam-macam kebaikan dan ditinggikan derajat bagi dirinya. Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda :
    "Tiadalah tertusuk duri atau benda yang lebih kecil dari itu pada seorang muslim, kecuali akan ditetapkan untuknya satu derajat dan dihapuskan untuknya satu kesalahan."(HR. Muslim )
    Dalam hadist lainnya Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda :
    "Sungguh menakjubkan perkara seorang mukmin, sesungguhnya semua urusannya merupakan kebaikan, dan hal ini tidak terjadi kecuali bagi orang mukmin. Jika dia mendapat kegembiraan, maka dia bersyukur dan itu merupakan kebaikan baginya, dan jika mendapat kesusahan, maka dia bersabar dan ini merupakan kebaikan baginya."(HR. Muslim)
Demikian tadi sahabat mengenai sakit dan hikmah dibaliknya yang dapat kita peroleh dan dapatkan bila kita bisa berfikir jernih dan senantiasa berprasangka baik kepada Allah dalam menjalani sakit yang kita derita. Dan semoga kita bisa selalu mensyukuri nikmat sehat ini dan semoga pula kita senantiasa dalam keadaan sehat aamiin.

Friday, May 4, 2012

Buta Warna Dan Deteksinya

Buta Warna Dan Cara Deteksi.Buta Warna adalah sebuah ketidakmampuan seseorang dalam hal mengenali warna dengan cara biasa, baik itu satu warna atau pun dalam seluruh warna.Penyebab kondisi akan hal ini adalah kurangnya atau tidak adanya pigmen pada sel kerucut di lapisan retina mata. Fungsi dari pigmen itu sendirilah yang memungkinkan orang dapat mengenali berbagai macam warna.Demikian tadi pengertian buta warna yang tentunya buta warna tidak kita inginkan terjadi pada diri kita atau pun pada keluarga kita.

Buta warna yang paling umum dan seringkali terjadi adalah kekurangan pigmen merah dan juga hijau. Akibat yang ditimbulkan dari seseorang yang kekurangan pigmen tersebut maka seseorang tersebut akan mengalami kesulitan dalam hal mengidentifikasi warrna merah dan hijau atau campurannya. Demikian pula yang terjadi apabila kekurangan pigmen warna biru dan kuning, penderita kesulitan mengidentifikasi warna-warna tersebut dan campurannya. Pada umumnya, penderita buta warna biru dan kuning hampir selalu memiliki masalah mengidentifikasi warna merah dan juga warna hijau.

buta warna, Blog Keperawatan

Dalam dunia medis, buta warna diklasifikasikan dalam 3 kategori. Kategori dan jenis buta warna tersebut adalah :
  1. Trikromasi. Pada penderita penderita buta warna klasifikasi ini terjadi perubahan sensivitas warna dari satu jenis atau lebih sel kerucut. Apabila terjadi kelemahan pada warna biru disebut dengan tritanomali. Buta warna inilah yang paling sering terjadi. Bila kelemahan pada warna merah disebut dengan protranomali. Sedangkan deutromali adalah kelemahan pada warna hijau.
  2. Dikromasi. Penderita buta warna jenis ini dalam keadaan ketika satu dari tiga sel kerucut tidak ada. Klasifikasi buta warna pada jenis ini adalah protanopia, deuteranopia, tritanopia. Yang dimaksud dengan protanopia adalah bila sel kerucut warna merah tidak ada sehingga tingkat kecerahan warna merah atau perpaduannya menjadi kurang. Yang dimaksud dengan deuteranopia adalah retina tidak memiliki sel kerucut yang peka terhadap warna hijau dan tripanopia adalah bila sel warna kerucut biru tidak ditemukan.
  3. Monokromasi. Penderita buta warna jenis ini mengalami hilang atau berkurangnya semua penglihatan warna sehingga yang terlihat hanya putih dan hitam pada jenis warna typical dan sedikit warna pada jenis atypical. Jenis buta warna ini mempunyai prevalensi yang sedikit.
Terus bagaimana cara kita mengetahui / mendeteksi buta warna ini? Sebenarnya hal dan cara dalam mendeteksi buta warna dapat dilalukan dengan cukup mudah.Kita mengenalnya dengan nama test Ishihara. Caranya pun cukup simple yaitu dengan cara seseorang disuruh untuk melihat kumpulan angka berwarna yang sudah dibentuk sedemikian rupa. Bila seseorang tersebut tidak dapat menyebutkan angka yang tertera dalam buku tersebut maka dipastikan seseorang tersebut menderita apa yang disebut dengan penyakit atau kelainan buta warna.

Monday, April 23, 2012

Hak Dan Kewajiban Pasien

Hak Dan Kewajiban Pasien.Dalam pemberian pelayanan kesehatan termasuk dalam pelayanan keperawatan tentunya ada pemberi pelayanan dan juga penerima pelayanan.Dalam hal ini kita mengenal akan petugas kesehatan dan juga klien atau pasien.Hari ini Blog Keperawatan akan mencoba berbagi hal mengenai hak dan kewajiban pasien dan semoga hal ini akan dapat berguna bagi kita semua.

Kewajiban adalah sesuatu yang harus diberikan dengan penuh tanggung jawab.Sedangkan hak adalah sesuatu hal yang mutlak menjadi milik kita dan penggunaannya tergantung pada diri kita.Termasuk hak dalam memperoleh pelayanan kesehatan bagi setiap warga negara Indonesia.

hak kewajiban pasien,Blog Keperawatan

Berikut ini beberapa hak pasien menurut surat edaran DirJen Yan Medik No: YM.02.04.3.5.2504 Tentang Pedoman Hak dan Kewajiban Pasien, Dokter dan Rumah Sakit, Tahun 1997; UU Republik Indonesia No. 29 Tahun 2004 Tentang Praktek Kedokteran dan Pernyataan/SK PB. IDI, sebagai berikut bahwa hak pasien adalah hak-hak pribadi yang dimiliki manusia sebagai pasien dan hak tersebut adalah :
  1. Hak memperoleh informasi mengenai tata tertib dan peraturan yang berlaku di rumah sakit. Hak atas pelayanan yang manusiawi, adil dan jujur.
  2. Hak untuk mendapatkan pelayanan medis yang bermutu sesuai dengan standar profesi kedokteran / kedokteran gigi dan tanpa diskriminasi.
  3. Hak memperoleh asuhan keperawatan sesuai dengan standar profesi keperawatan
  4. Hak untuk memilih dokter dan kelas perawatan sesuai dengan keinginannya dan sesuai dengan peraturan yang berlaku di rumah sakit.
  5. Hak dirawat oleh dokter yang secara bebas menentukan pendapat klinik dan pendapat etisnya tanpa campur tangan dari pihak luar.
  6. Hak atas ”privacy” dan kerahasiaan penyakit yang diderita termasuk data-data medisnya kecuali apabila ditentukan berbeda menurut peraturan yang berlaku.
  7. Hak untuk memperoleh informasi / penjelasan secara lengkap tentang tindakan medik yang akan dilakukan terhadap dirinya.
  8. Hak untuk memberikan persetujuan atas tindakan yang akan dilakukan oleh dokter sehubungan dengan penyakit yang dideritanya.
  9. Hak untuk menolak tindakan yang hendak dilakukan terhadap dirinya dan mengakhiri pengobatan serta perawatan atas tanggung jawab sendiri sesudah memperoleh informasi yang jelas tentang penyakitnya.
  10. Hak didampingi keluarga dan atau penasehatnya dalam beribadah dan atau masalah lainya (dalam keadaan kritis atau menjelang kematian).
  11. Hak beribadah menurut agama dan kepercayaannya selama tidak mengganggu ketertiban, ketenangan umum / pasien lainya.
  12. Hak atas keamanan dan keselamatan selama dalam perawatan di rumah sakit.
  13. Hak untuk mengajukan usul, saran, perbaikan atas pelayanan rumah sakit terhadap dirinya.
  14. Hak transparansi biaya pengobatan / tindakan medis yang akan dilakukan terhadap dirinya (memeriksa dan mendapatkan penjelasan pembayaran).
  15. Hak akses /’inzage’ kepada rekam medis / hak atas kandungan ISI rekam medis miliknya.
Sedangkan kewajiban pasien adalah :
  1. Memberikan informasi yang lengkap dan jujur tentang masalah kesehatannya kepada dokter yang merawat.
  2. Mematuhi nasihat dan petunjuk dokter atau dokter gigi dan perawat dalam pengobatanya.
  3. Memberikan imbalan jasa atas pelayanan yang diterima. Berkewajiban memenuhi hal-hal yang telah disepakati / perjanjian yang telah dibuatnya.
Demikian tadi sahabat mengenai hak dan kewajiban pasien dan semoga dengan kita terutama para perawat sebagai salah satu pemberi pelayanan kesehatan terutama dalam bidang keperawatan mengetahui akan hak kewajiban pasien kita bisa memberikan pelayanan yang terbaik kepada para pasien dalam rangka ikut menyehatkan bangsa Indonesia tercinta ini.

Sumber : UU Republik Indonesia No. 29 Tahun 2004

Wednesday, April 11, 2012

EKG / Elektrokardiogram

EKG / Elektrokardiogram.Elektrokardiogram adalah suatu grafik yang dihasilkan oleh suatu elektrokardiograf. Alat ini merekam aktivitas listrik jantung pada waktu tertentu (pada saat pemeriksaan).Secara harafiah diartikan sebagai : -elektro- = berkaitan dengan elektronika, dan -kardio- = berasal dari bahasa Yunani yang artinya jantung, kemudian -gram-, berarti tulis / menulis. Analisis sejumlah gelombang dan vektor normal depolarisasi dan repolarisasi menghasilkan informasi diagnostik yang penting. EKG / Elektrokardiogram tidak menilai kontraktilitas jantung secara langsung, namun dapat memberikan indikasi menyeluruh atas naik-turunya kontraktilitas jantung.

Dalam dunia medis alat EKG ini digunakan untuk mendiagnosis beberapa jenis penyakit, terutama yang berhubungan dengan jantung, karena EKG ini menggambarkan listrik jantung.Dalam penggunaannya membantu dalam menegakkan beberapa diagnosis dan diantaranya digunakan untuk :
  1. Merupakan standar emas untuk diagnosis aritmia jantung.Bila segera ditemukan arutmia jantung. maka diagnosis ditegakkan dengan segera dan terapi pun bisa diberikan dengan segera pula.
  2. EKG memandu tingkatan terapi dan risiko untuk pasien yang dicurigai ada infark otot jantung akut.Karena infark jantung yang dibiarkan terlalu lama akan meningkatkan angka kematian.
  3. EKG digunakan sebagai alat tapis penyakit jantung iskemik selama uji stres jantung atau tredmill.
  4. EKG digunakan untuk mendeteksi penyakit bukan jantung (mis. emboli paru atau hipotermia).Karena gambaran EKG pada emboli paru khas dan berbeda dengan kelainan aritmia.
  5. EKG membantu menemukan gangguan elektrolit (mis. hiperkalemia dan hipokalemia).
  6. EKG memungkinkan penemuan abnormalitas konduksi contohnya pada gambaran blok cabang berkas kanan dan kiri.(LBBH atau RBBH)
EKG ini terdiri dari berbagi bagian diantaranya yaitu :

  1. 4 (empat) buah sadapan ekstremitas, yaitu;Tangan kiri (LA).Tangan kanan (RA).Kaki kiri (LL).Kaki kanan (RL)
  2. 6 (enam) buah sadapan dada yaitu V1, V2, V3, V4, V5, V6
  3. Kabel sadapan yang terdiri dari 10 elektroda (4 buah unruk elektroda ekstremitas, dan 6 buahuntuk elektroda dada)
  4. Kertas grafik EKG

Sebuah elektrokardiograf khusus berjalan di atas kertas dengan kecepatan 25 mm/s, meskipun kecepatan yang di atas daripada itu sering digunakan. Setiap kotak kecil kertas EKG berukuran 1 mm². Dengan kecepatan 25 mm/s, 1 kotak kecil kertas EKG sama dengan 0,04 s (40 ms). 5 kotak kecil menyusun 1 kotak besar, yang sama dengan 0,20 s (200 ms). Karena itu, ada 5 kotak besar per detik. 12 sadapan EKG berkualitas diagnostik dikalibrasikan sebesar 10 mm/mV, jadi 1 mm sama dengan 0,1 mV. Sinyal “kalibrasi” harus dimasukkan dalam tiap rekaman. Sinyal standar 1 mV harus menggerakkan jarum 1 cm secara vertikal, yakni 2 kotak besar di kertas EKG.

Sadapan yang ada pada EKG memiliki 2 arti pada elektrokardiografi yaitu bisa merujuk ke kabel yang menghubungkan sebuah elektrode ke elektrokardiograf, atau ke gabungan elektrode yang membentuk garis khayalan pada badan di mana sinyal listrik diukur. Lalu, istilah benda sadap longgar menggunakan arti lama, sedangkan istilah 12 sadapan EKG menggunakan arti yang baru. Nyatanya, sebuah elektrokardiograf 12 sadapan biasanya hanya menggunakan 10 kabel/elektroda. Definisi terakhir sadapan inilah yang digunakan di sini.


Ada 2 jenis sadapan, yaitu unipolar dan bipolar. EKG lama memiliki elektrode tak berbeda di tengah segitiga Einthoven (yang bisa diserupakan dengan ‘netral’ stop kontak dinding) di potensial nol. Arah sadapan-sadapan ini berasal dari "tengah" jantung yang mengarah ke luar secara radial dan termasuk sadapan (dada) prekordial dan sadapan ekstremitas (VL, VR, dan VF). Sebaliknya, EKG baru memiliki kedua elektrode itu di beberapa potensial dan arah elektrode yang berhubungan berasal dari elektrode di potensial yang lebih rendah ke tinggi, mis., di sadapan ekstremitas I, arahnya dari kiri ke kanan, yang termasuk sadapan ekstremitas adalah I, II, dan III.

Sadapan Ekstremitas Pada EKG / Elektrokardiogram
Sadapan bipolar standar (I, II, dan III) merupakan sadapan asli yang dipilih oleh Einthoven untuk merekam potensial listrik pada bidang frontal. Elektroda-elektroda diletakkan pada lengan kiri ( LA = Left Arm), lengan kanan (RA = Right Arm), dan tungkai kiri (LL = Left Leg). Sifat kontak dengan kulit harus dibuat dengan melumuri kulit dengan gel elektroda. Sadapan LA, RS, dan LL kemudian dilekatkan pada elektroda masing-masing. Dengan memutar tombol pilihan pada alat perekam pada 1, 2, dan 3, akan terekam sadapan standar ( I, II, dan III).
Alat elektrokardiografi juga mempunyai elektroda, tungkai kanan (RL = Right Leg), dan sadapan yang bertindak sebagai “arde” (ground) dan tidak mempunyai peranan dalam pembentukan EKG.
Sadapan bipolar menyatakan selisih potensial listrik antara 2 tempat tertentu.
  • Hantaran I = Selisih potensial antara lengan kiri dan lengan kanan (LA-RA)
  • Hantaran II = Selisih potensial antara tungkai kiri dan lengan kanan (LL-RA)
  • Hantaran III = Selisih potensial antara tungkai kiri dan lengan kiri (LL-LA)
Sadapan Dasar
Sebuah elektrode tambahan (biasanya hijau) terdapat di EKG 4 dan 12 sadapan modern, yang disebut sebagai sadapan dasar yang menurut kesepakatan ditempatkan di kaki kiri, meski secara teoritis dapat ditempatkan di manapun pada tubuh.

Sadapan Prekordial yang benar adalah sebagai berikut :
  • Sadapan prekordial V1 (merah), V2 (kuning), V3 (hijau), V4 (coklat), V5 (hitam), dan V6 (ungu) ditempatkan secara langsung di dada. Karena terletak dekat jantung, 6 sadapan itu tak memerlukan augmentasi. Terminal sentral Wilson digunakan untuk elektrode negatif, dan sadapan-sadapan tersebut dianggap unipolar. Sadapan prekordial memandang aktivitas jantung di bidang horizontal. Sumbu kelistrikan jantung di bidang horizontal disebut sebagai sumbu Z.
  • Sadapan V1, V2, dan V3 disebut sebagai sadapan prekordial kanan sedangkan V4, V5, dan V6 disebut sebagai sadapan prekordial kiri.

Kompleks QRS negatif di sadapan V1 dan positif di sadapan V6. Kompleks QRS harus menunjukkan peralihan bertahap dari negatif ke positif antara sadapan V2 dan V4. Sadapan ekuifasik itu disebut sebagai sadapan transisi. Saat terjadi lebih awal daripada sadapan V3, peralihan ini disebut sebagai peralihan awal. Saat terjadi setelah sadapan V3, peralihan ini disebut sebagai peralihan akhir. Harus ada pertambahan bertahap pada amplitudo gelombang R antara sadapan V1 dan V4. Ini dikenal sebagai progresi gelombang R. Progresi gelombang R yang kecil bukanlah penemuan yang spesifik, karena dapat disebabkan oleh sejumlah abnormalitas konduksi, infark otot jantung, kardiomiopati, dan keadaan patologis lainnya.

Penempatan di Dada Pasien berada di :
  • Sadapan V1 ditempatkan di ruang intercostal IV di kanan sternum.
  • Sadapan V2 ditempatkan di ruang intercostal IV di kiri sternum.
  • Sadapan V3 ditempatkan di antara sadapan V2 dan V4.
  • Sadapan V4 ditempatkan di ruang intercostal V di linea (sekalipun detak apeks berpindah).
  • Sadapan V5 ditempatkan secara mendatar dengan V4 di linea axillaris anterior.
  • Sadapan V6 ditempatkan secara mendatar dengan V4 dan V5 di linea midaxillaris.
Dalam melakukan perekaman jantung seorang perawat harus memperhatikan hal-hal berikut untuk dapat menghasikan rekaman jantung yang baik :
  1. EKG sebaiknya direkam pada pasien yang berbaring di tempat tidur yang nyaman atau pada meja yang cukup lebar untuk menyokong seluruh tubuh. Pasien harus istirahat total untuk memastikan memperoleh gambar yang memuaskan. Hal ini paling baik dengan menjelaskan tindakan terlebih dahulu kepada pasien yang takut untuk menghilangkan ansietas. Gerakan atau kedutan otot oleh pasien dapat merubah rekaman.
  2. Kontak yang baik harus terjadi antara kulit dan elektroda. Kontak yang jelek dapat mengakibatkan rekaman suboptimal.
  3. Alat elektrokardiografi harus distandarisasi dengan cermat sehingga 1 milivolt (mV) akan menimbulkan defleksi 1 cm. Standarisasi yang salah akan menimbulkan kompleks voltase yang tidak akurat, yang dapat menimbulkan kesalahan penilaian.
  4. Pasien dan alat harus di arde dengan baik untuk menghindari gangguan arus bolak-balik.
  5. Setiap peralatan elektronik yang kontak dengan pasien, misalnya pompa infus intravena yang diatur secara elektrik dapat menimbulkan artefak pada EKG.
Irama Normal Pada Hasil Perekaman EKG :
Rekaman EKG biasanya dibuat pada kertas yang berjalan dengan kecepatan standard 25mm / detik dan defleksi 10mm sesua dengan potensial 1mV
Gambaran EKG normal menunjukkan bentuk dasar sebagai berikut :
  • Gelombang P : Gelombang ini pada umumnya berukuran kecil dan merupakan hasil depolarisasi atrium kanan dan kiri.
  • Segmen PR : Segmen ini merupakan garis iso-elektrik yang menghubungkan antara gelombang P dengan dengan Kompleks QRS
  • Kompleks QRS : Kompleks QRS merupakan suatu kelompok gelombang yang merupakan hasil depolarisasi ventrikel kanan dan kiri.Kompleks QRS pada umumnya terdiri dari gelombagn Q yang merupakan gelombang defleksi negatif pertama, gelombang R yang merupakan gelombang defleksi positif pertama, dan gelombang S yang merupakan gelombang defleksi negatif pertama setelah gelombang R.
  • Segmen ST : Segmen ini merupakan garis iso-elektrik yang menghubungkan kompleks QRS dengan gelombang T
  • Gelombang T : Gelombang T merupakan pontesial repolarisasi dari ventrikel kiri dan kanan
  • Gelombang U : Gelombang ini berukuran kecil dan sering tidak ada. Asal gelombang ini masih belum jelas
Dalam menuliskan hasil EKG berisikan hal berikut :
  1. Frekuensi (heart rate)
  2. Irama jantung (Rhyme)
  3. Sumbu jantung (Axis)
  4. Ada / tidaknya tanda tanda hipertrofi (pada atrium / ventrikel)
  5. Ada / tidaknya tanda tanda kelainan miokard (iskhemi / injuri infark)
  6. Ada / tidaknya tanda tanda akibat gangguan lain (efek obat-obatan , gangguan keseimbangan elektrolit, gangguan fungsi pacu jantung )

Rujukan Artikel :
  1. Buku Panduan Kursus Bantuan Hidup Jantung Lanjult(BHJL). ACLS Indonesia. PERKI : 2010
  2. Dharma S. Pedoman Praktis Interpretasi EKG. Jakarta : EGC. 2010
  3. Wikipedia. Elektrokardiogram : http://id.wikipedia.org/wiki/Elektrokardiogram
  4. http://www.ecglibrary.com