Wednesday, April 25, 2012

Mozilla Firefox 12

Sekarang Mozilla Firefox 12 terbaru sudah tersedia untuk segala platform dan sistem operasi seperti Windows XP, Vista dan Windows 7 serta Mac OS X 10.5 (Leopard), 10.6 (Snow Leopard), 10.7 (Lion) dan tidak ketinggalan pula untuk Linux yang apat langsung mengupdate browser Firefox melalui fasilitas automatic update

Mozilla Firefox 12
Mozilla Firefox 12 resmi diluncurkan pada 25 April 2012. Pada Mozilla Firefox 12 ini ada pembaharusan pada fitur Automatic Update yang lebih silent tanpa diganggu oleh UAC (User Account Control) di Windows. Auto-updater ini hanya berlaku untuk versi Windows saja.

Ada perubahan sedikit untuk Firefox versi Mac OS X dengan peningkatan performa WebGL. Menurut Mozilla, versi bari Firefox ini juga membawa 85 perbaikan dan juga peningkatan keamanan, seperti untuk melakukan Internet Banking. Mozilla juga menambahkan nomor baris pada jendela Page Source untuk memudahkan pengembang web.

Nah, bagi Anda yang penasaran dengan Mozilla Firefox 12, silahkan download disini.

Sekedar informasi tambahan, Sony Playstation Vita akan segera rilis di Indonesia. Ayo jangan ketinggalan untuk membaca review lengkapnya di blog ini.

Askep Jantung Koroner

Askep Jantung Koroner.Penyakit jantung koroner adalah suatu manifestasi khusus dan juga aterosklerosis (penumpukan plak)pada pembuluh darah arteri koroner dan hal ini berakibat kepada pasokan darah yang kaya akan oksigen yang dialirkan ke otot - otot jantung mengalami hambatan.Itu sekilas mengenai penyakit jantung koroner yang telah dibahas sebelumnya.Sekarang di yang akan kita share kembali adalah mengenai asuhan keperawatan jantung koroner.Dan semoga artikel mengenai askep jantung koroner ini bisa bermanfaat serta berguna.

Penyakit jantung koroner dan juga miocard infark merupakan respons iskemik dari miokardium yang di sebabkan karena adanya penyempitan arteri koronaria secara permanen ataupun sementara. Oksigen dalam hal ini dibutuhkan oleh sel-sel miokardial, untuk metabolisme aerob di mana Adenosine Triphospate di bebaskan untuk energi jantung pada saat istirahat membutuhakan 70 % dari oksigen. Banyaknya oksigen yang di perlukan untuk kerja jantung di sebut dan dikenal dengan Myocardial Oxygen Cunsumption (MVO2), yang dinyatakan oleh percepatan jantung, kontraksi miocardial dan tekanan pada dinding jantung.

Jantung yang normal dapat dengan mudah menyesuaikan terhadap peningkatan tuntutan tekanan oksigen dangan menambah percepatan dan kontraksi untuk menekan volume darah ke sekat-sekat jantung. Pada jantung yang mengalami hambatan serta obstruksi aliran darah ke miocardial, suplai darah tidak dapat mencukupi terhadap kebutuhan yang diperlukan. Keadaan adanya obstruksi letal maupun sebagian dapat menyebabkan anoksia dan suatu kondisi menyerupai glikolisis aerobic berupaya memenuhi kebutuhan oksigen.Penimbunan asam laktat merupakan akibat dari glikolisis aerobik yang dapat sebagai predisposisi terjadinya disritmia dan kegagalan jantung. Hipokromia dan asidosis laktat mengganggu fungsi ventrikel. Kekuatan kontraksi menurun, gerakan dinding segmen iskemik menjadi hipokinetik.

askep jantung koroner,Blog Keperawatan

Berikut adalah askep jantung koroner
Pengkajian.Yang diperlukan dalam pengkajian asuhan keperawatan jantung koroner adalah :
a. Aktivitas dan istirahat : Kelemahan, kelelahan, ketidakmampuan untuk tidur.
b. Sirkulasi.Yang dikaji diantaranya yaitu :
  • Mempunyai riwayat Infark Miocard Akut, penyakit jantung koroner, CHF, Tekanan darah tinggi, diabetes melitus.
  • Tekanan darah bisa normal / meningkat, nadi mungkin normal atau terlambatnya capilary refill time, adanya aritmia pada gambaran EKG.
  • Suara jantung, suara jantung tambahan S3 atau S4 mungkin mencerminkan terjadinya kegagalan jantung ventrikel kehilangan kontraktilitasnya.
  • Murmur jika ada merupakan akibat dari insufisensi katub atau muskulus papilaris yang tidak berfungsi.
  • Heart rate mungkin meningkat atau mengalami penurunan (tachycardia / bradicardia).
  • Irama jantung mungkin ireguler atau bisa juga didapatkan normal.
  • Edema terjadi pada : Jugular vena distension, odema anasarka, crackles mungkin juga timbul dengan gagal jantung.
  • Warna kulit mungkin pucat baik di bibir dan di kuku.
c. Eliminasi : Bising usus didapatkan bisa meningkat atau juga bisa normal.
d. Nutrisi : Mual, kehilangan nafsu makan, penurunan turgor kulit, berkeringat banyak, muntah dan perubahan berat badan.
e. Hygiene perseorangan : Dispnea atau nyeri dada atau dada berdebar-debar pada saat melakukan aktivitas.
f. Neuro Sensori : Nyeri kepala yang hebat, perubahan emosi.
g. Kenyamanan :
  • Timbulnya nyeri dada yang tiba-tiba yang tidak hilang dengan beristirahat atau dengan nitrogliserin / ISDN.
  • Lokasi nyeri dada bagian depan substernal yang mungkin menyebar sampai ke lengan, rahang dan wajah.
  • Karakteristik nyeri dapat di katakan sebagai rasa nyeri yang sangat yang pernah di alami.
  • Sebagai akibat nyeri tersebut mungkin di dapatkan wajah yang menyeringai, perubahan pustur tubuh, menangis, penurunan kontak mata, perubahan irama jantung, EKG, tekanan darah, respirasi dan warna kulit serta tingkat kesadaran.
h. Respirasi : Dispnea dengan atau tanpa aktivitas, batuk produktif, riwayat perokok dengan penyakit pernafasan kronis. Pada pemeriksaan mungkin di dapatkan peningkatan respirasi, pucat atau cyanosis, suara nafas crakcles atau wheezes atau juga vesikuler. Sputum jernih atau juga merah muda/ pink tinged.
i. Interaksi sosial : Stress, kesulitan dalam beradaptasi dengan stresor, emosi yang tak terkontrol.
j. Pengetahuan : Riwayat di dalam keluarga ada yang menderita penyakit jantung, diabetes, stroke, hipertensi, perokok.
k. Studi diagnostik
  1. ECG menunjukan : adanya S-T elevasi yang merupakan tanda dari iskemi, gelombang T inversi atau hilang yang merupakan tanda dari injuri, dan gelombang Q yang mencerminkan adanya nekrosis.
  2. Enzym dan isoenzym pada jantung CKMB meningkat dalam 4-12 jam, dan mencapai puncak pada 24 jam. Peningkatan SGOT dalam 6-12 jam dan mencapai puncak pada 36 jam.
  3. Elektrolit : ketidakseimbangan yang memungkinkan terjadinya penurunan konduksi jantung dan kontraktilitas jantung seperti hipo atau hiperkalemia.
  4. Whole blood cell : leukositosis mungkin timbul pada keesokan hari setelah serangan.
  5. Analisa gas darah (BGA) : Menunjukan terjadinya hipoksia atau proses penyakit paru yang kronis / akut.
  6. Kolesterol / trigliserid : Mungkin mengalami peningkatan yang mengakibatkan terjadinya arteriosklerosis.
  7. Rontgen Thorax : Mungkin normal atau adanya cardiomegali, CHF, atau aneurisma ventrikuler.
  8. Echocardiogram : Mungkin harus di lakukan guna menggambarkan fungsi atau kapasitas masing-masing ruang pada jantung.
  9. Exercise stress test (treadmill): Menunjukan kemampuan jantung beradaptasi terhadap suatu stress / aktivitas.

Diagnosa keperawatan dan juga intervensi keperawatan pada asuhan keperawatan pasien jantung koroner :
1. Gangguan rasa nyaman nyeri berhubungan dengan iskemia jaringan jantung atau sumbatan pada arteri koronaria.
Tujuan : Setelah dilakukan tindakan keperawatan klien di harapkan mampu menunjukan adanya penurunan rasa nyeri dada, menunjukan adanya penurunan tekanan dan cara berelaksasi.
Rencana :
  • Monitor dan kaji karakteristik dan lokasi nyeri.
  • Monitor tanda-tanda vital (tekanan darah, nadi, respirasi, kesadaran).
  • Anjurkan pada pasien agar segera melaporkan bila terjadi nyeri dada.
  • Ciptakan suasana lingkungan yang tenang dan nyaman.
  • Ajarkan dan anjurkan pada pasien untuk melakukan tehnik relaksasi.
  • Kolaborasi dalam : Pemberian oksigen dan obat-obatan (beta blocker, anti angina, analgesik)
  • Ukur tanda vital sebelum dan sesudah dilakukan pengobatan dengan narkosa.

2. Intoleransi aktivitas berhubungan ketidakseimbangan antara suplai dan kebutuhan oksigen, adanya jaringan yang nekrotik dan iskemiapada miokard.
Tujuan : Setelah di lakukan tindakan perawatan klien menunjukkan peningkatan kemampuan dalam melakukan aktivitas (tekanan darah, nadi, irama dalam batas normal) tidak adanya angina.
Rencana :
  • Catat irama jantung, tekanan darah dan nadi sebelum, selama dan sesudah melakukan aktivitas.
  • Anjurkan pada pasien agar lebih banyak beristirahat terlebih dahulu.
  • Anjurkan pada pasien agar tidak mengedan pada saat buang air besar (BAB).
  • Jelaskan pada pasien tentang tahap- tahap aktivitas yang boleh dilakukan oleh pasien.
  • Tunjukan pada pasien tentang tanda-tanda fisik bahwa aktivitas melebihi batas.

3. Resiko terjadinya penurunan cardiac output berhubungan dengan perubahan dalam rate, irama, konduksi jantung, menurunya preload atau peningkatan SVR, miocardial infark.
Tujuan : Tidak terjadi penurunan cardiac output selama di lakukan tindakan keperawatan.
Rencana :
  • Lakukan pengukuran tekanan darah (bandingkan kedua lengan pada posisi berdiri, duduk dan tiduran jika memungkinkan).
  • Kaji kualitas nadi.
  • Catat perkembangan dari adanya S3 dan S4.
  • Auskultasi suara nafas.
  • Dampingi pasien pada saat melakukan aktivitas.
  • Sajikan makanan yang mudah di cerna dan kurangi konsumsi kafeine.
  • Kolaborasi dalam : pemeriksaan serial EKG, foto thorax, pemberian obat-obatan anti disritmia.
4. Resiko terjadinya penurunan perfusi jaringan berhubungan dengan penurunan tekanan darah, hipovolemia.
Tujuan : Selama dilakukan tindakan keperawatan tidak terjadi penurunan perfusi jaringan.
Rencana :
  • Kaji adanya perubahan kesadaran.
  • Inspeksi adanya pucat, cyanosis, kulit yang dingin dan penurunan kualitas nadi perifer.
  • Kaji adanya tanda Homans (pain in calf on dorsoflextion), erythema, edema.
  • Kaji respirasi (irama, kedalaman dan usaha pernafasan).
  • Kaji fungsi gastrointestinal (bising usus, abdominal distensi, konstipasi).
  • Monitor intake dan out put.
  • Kolaborasi dalam : Pemeriksaan BGA, BUN, Serum ceratinin dan elektrolit.

5. Resiko terjadinya ketidakseimbangan cairan excess berhubungan dengan penurunan perfusi organ (renal), peningkatan retensi natrium, penurunan plasma protein.
Tujuan : Tidak terjadi kelebihan cairan di dalam tubuh klien selama dalam perawatan.
Rencana :
  • Auskultasi suara nafas (kaji adanya crackless).
  • Kaji adanya jugular vein distension, peningkatan terjadinya edema.
  • Ukur intake dan output (balance cairan).
  • Kaji berat badan setiap hari.
  • Najurkan pada pasien untuk mengkonsumsi total cairan maksimal 2000 cc/24 jam.
  • Sajikan makan dengan diet rendah garam.
  • Kolaborasi dalam pemberian deuritika.


DAFTAR PUSTAKA
  • Barbara C long. (1996). Perawatan Medical Bedah. Pajajaran Bandung.
  • Carpenito J.L. (1997). Nursing Diagnosis. J.B Lippincott. Philadelpia.
  • Carpenito J.L. (1998.). Buku Saku Diagnosa Keperawatan. Edisi 8 EGC. Jakarta.
  • Doengoes, Marylin E. (2000). Rencana Asuhan Dan Dokumentasi Keperawatan. Edisi 3 EGC. Jakarta.
  • Hudack & Galo. (1996). Perawatan Kritis. Pendekatan Holistik. Edisi VI, volume I EGC. Jakarta.
  • Junadi, Purnawan. (1982). Kapita Selekta Kedokteran. Media aesculapius Universitas Indonesia. Jakarta.
  • Kaplan, Norman M. (1991). Pencegahan Penyakit Jantung Koroner. EGC Jakarta.

Video Real Madrid vs Bayern Munich (2 – 1) [PEN. 1-3]

Setelah kemarin pertandingan Barcelona vs Chelsea dan Chelsea berhasil lolos ke babak final Liga Champion, kini giliran Bayern Munich yang mendapat tiket Liga Champion lewat drama adu penalti, setelah kedua tim terus-menerus berimbang 3-3 secara agregat. Di babak adu penalti, Bayern unggul 3-1.

Nah, bagi Anda yang penasaran bagaimana serunya pertandingan Real Madrid vs Bayern Munich, di bawah ini Video Madrid vs Munchen selengkapnya:


Nah, itulah video Video Madrid vs Munchen dalam pertandingan semifinal Liga Champion pagi ini. Berikut adalah Susunan Pemain:

Real Madrid: 1-Iker Casillas; 17-Alvaro Arbeloa, 4-Sergio Ramos, 3-Pepe, 12-Marcelo; 14-Xabi Alonso, 6-Sami Khedira; 22-Angel Di Maria (8-Kaka 75), 10-Mesut Ozil (11-Esteban Granero 111), 7-Cristiano Ronaldo; 9-Karim Benzema (20-Gonzalo Higuain 106)

Bayern Munich: 1-Manuel Neuer; 21-Philipp Lahm, 17-Jerome Boateng, 28-Holger Badstuber, 27-David Alaba; 31-Bastian Schweinsteiger, 30-Luiz Gustavo; 10-Arjen Robben, 39-Toni Kroos, 7-Franck Ribery (25-Thomas Mueller 95); 33-Mario Gomez

Tuesday, April 24, 2012

Merawat Wajah

Yang tidak kalah penting selain Merawat Kulit Tangan Dan Kaki adalah Merawat Wajah. Karena tidak semua wanita dikaruniai wajah yang mulus tanpa cacat. Masalah kulit yang sering terjadi pada wanita antara lain kering, kusam, Menghilangkan Jerawat, flek hitam dan masih banyak lagi masalah lainnya.

Tips Merawat Wajah
Nah, di bawah ini ada beberapa Tips Merawat Wajah yand disampaikan oleh Para ahli kecantikan seperti dikutip dari Women Health Mag. Berikut Tips Merawat Wajah selengkapanya:

1. Pembersih Muka
Menurut Daniel B. Yarosh, Ph.D., penulis buku The New Science of Perfect Skin, untuk membersikan wajah Anda tidak perlu membeli kosmetik yang mahal. Mulailah dengan membersihkan muka menggunakan susu pembersih (cleansing mil) dan toner. Setelah itu, basuhlah wajah Anda dengan sabun khusus pembersih wajah dan bilas dengan air. Langkah-langkah tersebut berguna untuk menjaga kebersihan muka dari debu dan minyak.

2. Pelembab Bibir
Penelitian yang dilakukan oleh American Society for Dermatologic Surgery menemukan, hanya sekitar 47% responden yang menggunakan pelembab bibir dalam keseharian mereka. Padahal kulit di bagian bibir adalah kulit yang tipis dan sensitif, sehingga perlu perlindungan ekstra. Untuk itu, jangan lupa oleskan lip balm yang mengandung UV protection (SPF) agar kulit bibir anda tidak kering, terlindungi dari sinar matahari dan tetap sehat.

3. Pengelupasan Kulit
Alkhohol, makanan pedas, dan paparan sinar matahari memicu terjadinya rosacea atau memerahnya kulit wajah. Dengan mengonsumsi makanan sehat dan menggunakan sunblock, masalah kulit tersebut bisa dicegah. Jika sudah terlanjur kulit terkena rosacea, gunakanlah pembersih wajah yang mampu melakukan pengelupasan halus pada kulit atau perawatan berupa peeling di klinik kecantikan.

4. Kosmetik Organik dan Mineral
Saat ini banyak produk kosmetik terbuat dari bahan-bahan alami yang sangat baik bagi kulit. Seperti kosmetik berbahan dasar organik dan mineral. Apalagi jika wajah Anda sensitif dan berjerawat sebaiknya beralihlah ke produk kosmetik jenis alami tersebut.

5. Krim Anti Aging
Jangan kira wanita dibawah umur 30 tidak butuh krim anti aging. "Wanita umur 20-an sudah membutuhkan krim seperti ini," kata Francesca Fusco, M.D., assistant clinical professor of dermatology di Mount Sinai School of Medicine, New York.

Francesca menyarankan untuk memakai krim anti aging yang mengandung retinoid. retinoid kaya akan vitamin A yang mampu mencegah kerusakan kulit karena sinar matahari. Selain itu, retinoid juga cukup cepat untuk memperbaharui kulit yang mati. Selain itu retinoid bekerja untuk meningkatkan produksi kolagen yang dapat mencegah timbulnya kerutan pada wajah.

Nah, semoga informasi singkat tentang Tips Merawat Wajah di atas dapat menambah kecantikan dan keidahan kulit wajah Anda. Tetaplah menjaga kebersihan setiap hari. Selamat mencoba.

Askep Diabetes Melitus / DM

Askep Diabetes Melitus / DM.Penyakit Diabetes Melitus adalah merupakan suatu kumpulan gejala yang timbul pada diri seseorang yang disebabkan karena adanya peningkatan kadar gula (glukosa) darah akibat kekurangan insulin baik absolut maupun relatif.Diabetes melitus ini diagnosanya didirikan awalnya dipikirkan dengan adanya gejala khas yang terdapat pada pasien yang menderita DM ini yang berupa polifagia (banyak makan), poluria (banyak kencing), polidipsia, lemas, dan berat badan turun. Gejala lain yang seringkali dikeluhkan penderita Diabetes Melitus adalah kesemutan, gatal, mata kabur, dan impotensi pada pria, serta pruritus vulva pada wanita.Maka hari ini blog Keperawatan akan mencoba sharing mengenai askep DM / diabetes melitus ini.Semoga artikel mengenai askep DM / diabetes melitus ini memberikan manfaat.

Dalam memberikan asuhan keperawatan pada pasien dengan DM / diabetes melitus ada beberapa pemeriksaan penunjang khususnya pemeriksaan laboratorium diantaranya yaitu :
  • Glukosa darah sewaktu
  • Kadar glukosa darah puasa
  • Tes toleransi glukosa
Dalam kriteria yang diterapkan oleh WHO untuk penyakit diabetes melitus ini dalam hasil laboratorium hasil pemeriksaannya menunjukkan :
  • Glukosa plasma sewaktu >200 mg/dl (11,1 mmol/L)
  • Glukosa plasma puasa >140 mg/dl (7,8 mmol/L)
  • Glukosa plasma dari sampel yang diambil 2 jam kemudian sesudah mengkonsumsi 75 gr karbohidrat (2 jam post prandial (pp) > 200 mg/dl

Tujuan yang utama dalam memberikan terapi pada askep diabetes melitus / DM ini yaitu mencoba menormalkan aktivitas insulin dan kadar glukosa darah yang dimaksudkan untuk bisa mengurangi komplikasi vaskuler serta neuropati. Tujuan terapeutik pada setiap tipe diabetes adalah mencapai kadar glukosa darah normal.Beberapa komponen penting dalam penatalaksanaan askep DM / diabetes melitus ini adalah dengan :
  1. Diet DM.
  2. Latihan.
  3. Pemantauan glukosa darah
  4. Terapi (jika diperlukan)
  5. Pendidikan kesehatan.
Pengkajian yang dilakukan perawat dalam memberikan askep DM / diabetes melitus yaitu :
  1. Riwayat Kesehatan Keluarga : Yang dikaji adakah keluarga yang menderita penyakit seperti klien ?
  2. Riwayat Kesehatan Pasien dan Pengobatan Sebelumnya : Yang dikaji berapa lama klien menderita DM, bagaimana penanganannya, mendapat terapi insulin jenis apa, bagaimana cara minum obatnya apakah teratur atau tidak, apa saja yang dilakukan klien untuk menanggulangi penyakitnya.
  3. Aktivitas/ Istirahat : Yang dikaji gejala seperti lemah,letih, mengalami kesulitan bergerak / berjalan, kram otot, tonus otot menurun.
  4. Sirkulasi : Yang dikaji adakah riwayat hipertensi, AMI, klaudikasi, kebas, kesemutan pada ekstremitas, ulkus pada kaki yang penyembuhannya lama, takikardi, perubahan tekanan darah.
  5. Integritas Ego : Stress, ansietas.
  6. Eliminasi : Perubahan dalam pola berkemih ( poliuria, nokturia, anuria ), diare
  7. Makanan / Cairan : Anoreksia, mual muntah, tidak mengikuti diet, penurunan berat badan, haus, penggunaan diuretik.
  8. Neurosensori : Pusing, sakit kepala, kesemutan, kebas kelemahan pada otot, parestesia,gangguan penglihatan.
  9. Nyeri / Kenyamanan : Abdomen tegang, nyeri (sedang / berat).
  10. Pernapasan : Batuk dengan / tanpa sputum purulen (tergantung adanya infeksi / tidak).
  11. Keamanan : Kulit kering, gatal, ulkus kulit.

Diagnosa Keperawatan serta masalah keperawatan yang ditegakkan pada askep DM / diabetes melitus ini diantaranya yaitu :
  1. Resiko tinggi gangguan nutrisi : kurang dari kebutuhan
  2. Kekurangan volume cairan
  3. Gangguan integritas kulit
  4. Resiko terjadi injuri
Intervensi askep diabetes melitus / DM :
1. Resiko tinggi gangguan nutrisi : kurang dari kebutuhan berhubungan dengan penurunan masukan oral, anoreksia, mual, peningkatan metabolisme protein, lemak.
Tujuan : Kebutuhan nutrisi pasien terpenuhi
Kriteria Hasil :
  • Pasien dapat mencerna jumlah kalori atau nutrien yang tepat
  • Berat badan stabil atau penambahan ke arah rentang biasanya
Intervensi :
  1. Timbang berat badan setiap hari atau sesuai dengan indikasi.
  2. Tentukan program diet dan pola makan pasien dan bandingkan dengan makanan yang dapat dihabiskan pasien.
  3. Auskultasi bising usus, catat adanya nyeri abdomen / perut kembung, mual, muntahan makanan yang belum sempat dicerna, pertahankan keadaan puasa sesuai dengan indikasi.
  4. Berikan makanan cair yang mengandung zat makanan (nutrien) dan elektrolit dengan segera jika pasien sudah dapat mentoleransinya melalui oral.
  5. Libatkan keluarga pasien pada pencernaan makan ini sesuai dengan indikasi.
  6. Observasi tanda-tanda hipoglikemia seperti perubahan tingkat kesadaran, kulit lembab/dingin, denyut nadi cepat, lapar, peka rangsang, cemas, sakit kepala.
  7. Kolaborasi melakukan pemeriksaan gula darah.
  8. Kolaborasi Medis dengan pemberian pengobatan insulin.
  9. Kolaborasi dengan ahli diet.

2. Kekurangan volume cairan berhubungan dengan diuresis osmotik.
Tujuan : Kebutuhan cairan atau hidrasi pasien terpenuhi
Kriteria Hasil : Pasien menunjukkan hidrasi yang adekuat dibuktikan oleh tanda vital stabil, nadi perifer dapat diraba, turgor kulit dan pengisian kapiler baik, haluaran urin tepat secara individu dan kadar elektrolit dalam batas normal.
Intervensi :
  1. Pantau tanda-tanda vital, catat adanya perubahan TD ortostatik.
  2. Pantau pola nafas seperti adanya pernafasan kusmaul.
  3. Kaji frekuensi dan kualitas pernafasan, penggunaan otot bantu nafas.
  4. Kaji nadi perifer, pengisian kapiler, turgor kulit dan membran mukosa.
  5. Pantau masukan dan pengeluaran.
  6. Pertahankan untuk memberikan cairan paling sedikit 2500 ml/hari dalam batas yang dapat ditoleransi jantung.
  7. Catat hal-hal seperti mual, muntah dan distensi lambung.
  8. Observasi adanya kelelahan yang meningkat, edema, peningkatan BB, nadi tidak teratur.
  9. Kolaborasi Medis : Berikan terapi cairan normal salin dengan atau tanpa dextrosa, pantau pemeriksaan laboratorium (Ht, BUN, Na, K).

3. Gangguan integritas kulit berhubungan dengan perubahan status metabolik (neuropati perifer).
Tujuan : gangguan integritas kulit dapat berkurang atau menunjukkan penyembuhan.
Kriteria Hasil : Kondisi luka menunjukkan adanya perbaikan jaringan dan tidak terinfeksi
Intervensi :
  1. Kaji luka, adanya epitelisasi, perubahan warna, edema, dan discharge, frekuensi ganti balut.
  2. Kaji tanda vital.
  3. Kaji adanya nyeri.
  4. Lakukan perawatan luka
  5. Kolaborasi pemberian insulin dan medikasi.
  6. Kolaborasi pemberian antibiotik sesuai indikasi.

4. Resiko terjadi injuri berhubungan dengan penurunan fungsi penglihatan.
Tujuan : Pasien tidak mengalami injuri.
Kriteria Hasil : Pasien dapat memenuhi kebutuhannya tanpa mengalami injuri.
Intervensi :
  1. Hindarkan lantai yang licin.
  2. Gunakan bed yang rendah.
  3. Orientasikan pasien dengan ruangan.
  4. Bantu pasien dalam melakukan aktivitas sehari-hari.
  5. Bantu pasien dalam ambulasi atau perubahan posisi.

Daftar Pustaka :
  • Luecknote, Annette Geisler, Pengkajian Gerontologi alih bahasa Aniek Maryunani, Jakarta:EGC, 1997.
  • Doenges, Marilyn E, Rencana Asuhan Keperawatan Pedoman untuk Perencanaan dan Pendokumentasian Perawatan Pasien edisi 3 alih bahasa I Made Kariasa, Ni Made Sumarwati, Jakarta : EGC, 1999.
  • Carpenito, Lynda Juall, Buku Saku Diagnosa Keperawatan edisi 6 alih bahasa YasminAsih, Jakarta : EGC, 1997.
  • Smeltzer, Suzanne C, Brenda G bare, Buku Ajar Keperawatan Medikal Bedah Brunner & Suddarth Edisi 8 Vol 2 alih bahasa H. Y. Kuncara, Andry Hartono, Monica Ester, Yasmin asih, Jakarta : EGC, 2002.
  • Ikram, Ainal, Buku Ajar Ilmu Penyakit Dalam : Diabetes Mellitus Pada Usia Lanjut jilid I Edisi ketiga, Jakarta : FKUI, 1996.
  • Arjatmo Tjokronegoro. Penatalaksanaan Diabetes Melitus Terpadu.Cet 2. Jakarta : Balai Penerbit FKUI, 2002

Video Barcelona vs Chelsea (2-2)

Berikut ini adalah Video hasil pertandingan Barcelona vs Chelsea. Dalam pertandingan tersebut Chelsea digempur sepanjang pertandingan, Chelsea berhasil menahan imbang Barcelona 2-2 di leg kedua semifinal Liga Champions. Unggul agregat 3-2, The Blues berhak melenggang ke babak final. Nah, di bawah ini adalah Video Barcelona vs Chelsea (2-2):


Berikut adalah Susunan pemain:
Barcelona: Valdes, Puyol, Pique (Alves 26'), Mascherano, Xavi, Busquets, Iniesta, Cuenca (Tello 67'), Messi, Sanchez, Fabregas (Keita 74')

Chelsea: Cech, Ivanovic, Cahill (Bosingwa 12'), Terry, Cole, Mikel, Meireles, Mata (Kalou 58'), Lampard, Ramires, Drogba (Torres 80').

Bagi Anda yang ingin melihat Jadwal Motogp 2012, ayo baca info lengkapnya di blog ini.

SNSD Girls' Generation

Salah satu girlband yang cukup terkenal di dunia saat ini adalah Girlband Girls' Generation. Girlband asal Korea Selatan ini dibentuk oleh SM Entertainment pada tahun 2007. Girls' Generation dibentuk oleh SM Entertainment pada tahun 2007 dan beranggotakan Taeyeon, Jessica, Sunny, Tiffany, Hyoyeon, Yuri, Sooyoung, Yoona, dan Seohyun.

SNSD Girls' Generation
SNSD sendiri adalah panggilan dari para Penggemarnya. SNSD adalah singkatan dari nama grup ini dalam bahasa Korea, "So Nyeo Shi Dae". Penggemar mereka memiliki grup bernama S♡NE. Singel hits mereka pada tahun 2009, "Gee" menduduki posisi no. 1 di Tangga Lagu program Music Bank di KBS selama sembilan minggu berturut-turut. Nah, bila ingin lebih mengenal personil SNSD Girls' Generation, berikut adalah Profil SNSD Girls' Generation selengkapnya.

1. Kim Tae Yeon

Kim Tae Yeon - SNSD Girls' Generation
Nama : Taeyeon
Nama Lengkap : Kim Tae Yeon
Arti Nama : Kebesaran ( yang mulia ) yang cantik
Nama Panggilan di SNSD : little child that is like Pack Sol – Ge snack
Nama Panggilan lain : Taetae, Taeng, leader Taeyeon, leader Taeng, Kid leader, Auntie, Afro Tangee, little person, A person with short body, Pack-Sol-Ge snack
Tgl. lahir : 9 Maret 1989
Gol. darah : O
Tinggi badan : 162 cm
Berat Badan : 44 kg
Posisi : ketua, ketua vocal yang ke- 1
No. Favorite : 22, 3, 6 ,9
Hobi : Renang
Special : Menyanyi Trot, bahasa Cina
Durasi latihan : 5 tahun 3 bulan
Lagu favorite dari SNSD : Merry Go – Round

2. Jung Soo Yeon

Jung Soo Yeon - SNSD Girls' Generation
Nama : Jessica
Nama Lengkap : Jung Soo Yeon, Jessica Jung
Arti Nama : Cantik dan kemewahan / barang mewah
Nama Panggilan di SNSD : Ice Princess
Nama Panggilan Lain : Sic, Sica, Sicachu, Liquid Sica, Sica Effect,, Sica Of Sweat, Baby Sic, Puppet Sic, Sexica, glowing Sic, Sleepy Sica
Tgl. lahir : 18 April 1989
Gol. darah : B
Tinggi badan : 163 cm
Berat badan : 45 kg
Posisi : ketua Vocal yang ke- 2
No. Favorite : 52
Hobi : sepakbola, tinju
Spesial : Dance, bahasa inggris
Durasi latihan : 7 tahun 6 bulan
Lagu favorite dari SNSD : Complete

3. Lee Sun Kyu

Lee Sun Kyu - SNSD Girls' Generation
Nama : Sunny
Nama Lengkap : Lee Sun Kyu
Arti Nama : Permata yang dilahirkan dengan indah
Nama Panggilan di SNSD : Energy Pill
Nama Panggilan lain : Lee Sunny, Lee Sun, Dolphin, Dolphin Sunny, Cute Sunny, Sun Kyu
Tgl. Lahir : 15 Mei 1989
Gol. Darah : B
Tinggi Badan : 158 cm
Berat Badan : 43 kg
Posisi : Membantu Vokal
No. Favorite : 26
Hobi : Renang, main video game, olahraga
Spesial : Atletik
Durasi Latihan : 9 bulan
Lagu Favorite dari SNSD : Ooh-La-La!

4. Hwang Mi Young

Hwang Mi Young - SNSD Girls' Generation
Nama : Tiffany
Nama Lengkap : Hwang Mi Young, Tiffany Hwang
Arti Nama : Daun bunga yang cantik
Nama Panggilan di SNSD : Brighter Than Gem
Nama Panggilan Lain : Fany, Brighter than Mushroom Tiffany, Fanny of Belly, Bacteria Fany, Fany The Practicer, Rural Fany, Spongebob Hwang, Fany Fany Tiffany, Human Jukebox, Mushroom
Tgl. Lahir : 1 Agustus 1989
Tinggi Badan : 162 cm
Berat Badan : 50 kg
Posisi : Ketua Vokal yang ke-4
Hobi : Main Seruling
Spesial : Bahasa Inggris, Main Flute ( Seruling )
Durasi Latihan : 3 tahun 7 bulan
Lagu Favorite dari SNSD : Baby Baby

5. Kim Hyo Yeon

Kim Hyo Yeon - SNSD Girls' Generation
Nama : Hyoyeon
Nama Lengkap : Kim Hyo Yeon
Arti Nama : Selalu tumbuh dengan indah
Nama Panggilan di SNSD : Bright Snow White
Nama Panggilan Lain : Dancing Queen, Princess Fiona, Hyo Fit and Firm, Apple Princess, Hyon
Tgl. Lahir : 22 September 1989
Gol. Darah : AB
Tinggi Badan : 160 cm
Berat Badan : 48 kg
Posisi : Ketua Dancer yang ke-1, membantu vokal
No. Favorite : 85
Hobi : Menari/Nge dance
Spesial : Bahasa Cina, Dance
Durasi Latihan : 6 tahun 1 bulan

6. Kwon Yuri

Kwon Yuri - SNSD Girls' Generation
Nama : Yuri
Nama Lengkap : Kwon Yuri
Arti Nama : Putih melati yang ramah ( Baik hati )
Nama Panggilan di SNSD : Black Pearl
Nama Panggilan Lain : Yul, Kwongul, Ggab-Yul, Black Yul, Yuree
Tgl. Lahir : 5 Desember 1989
Gol. Darah : AB
Tinggi Badan : 167 cm
Berat Badan : 45 kg
Posisi : Ketua Dancer yang ke-2, membantu vokal
No. Favorite : 19
Hobi : Dancing, Ballet, Main piano, Violin, Renang
Spesial : Bahasa Cina, renang
Durasi Latihan : 5 tahun 11 bulan
Lagu Favorite Dari SNSD : Baby Baby

7. Choi Soo Young

Choi Soo Young - SNSD Girls' Generation
Nama : SooYoung
Nama Lengkap : Choi Soo Young
Arti Nama : Daun bunga yang kemewahan
Nama Panggilan di SNSD : Fun Loving Princess
Nama Panggilan Lain : A Person with long body, Long Legs, Model, Food God, Interuptor, Syoung
Tgl. Lahir : 10 Februari 1990
Gol. Darah : O
Tinggi Badan : 170 cm
Berat Badan : 48 kg
Posisi : Membantu Vokal
No. Favorite : 08
Hobi : Makan
Spesial : Bahasa Jepang, Dance
Durasi Latihan : 6 tahun 3 bulan
Lagu Favorite dari SNSD : Complete

8. Im Yoon Ah

Im Yoon Ah - SNSD Girls' Generation
Nama : Yoona
Nama Lengkap : Im Yoon Ah
Arti Nama : Anak kecil yang tak berdosa
Nama Panggilan di SNSD : Charming Girl
Nama Panggilan Lain : Little Deer, Retarol, Flower Deer, Powerful Yoona, Bravery Yoona, YoonABC
Tgl. Lahir : 30 Mei 1990
Gol. Darah : B
Tinggi Badan : 166 cm
Berat Badan : 47 kg
Posisi : Ketua Dancer yang ke-3, membantu vokal
No. Favorite : 93
Spesial : Akting
Durasi Latihan : 7 tahun 2 bulan
Lagu favorite dari SNSD : Complete

9. Seo Joo Hyun

Seo Joo Hyun - SNSD Girls' Generation
Nama : SeoHyun
Nama Lengkap : Seo Joo Hyun
Arti Nama : Mutiara penting/mutiara yang berguna
Nama Panggilan di SNSD : The Youngest Princess
Nama Panggilan Lain : Seororo, Innocent Seohyun, Kerohyun, Youngest Child, Milk Seo Joo
Tgl. Lahir : 28 Juni 1991
Gol.Darah : A
Tinggi Badan : 168 cm
Berat Badan : 48 kg
Posisi : Ketua Vokal yang ke-3
No. Favorite : 64
Hobi : Main Piano, nonton Keroro
Spesial : Bahasa Cina, Main Piano
Durasi Latihan : 6 tahun 6 bulan
Lagu Favorite dari SNSD : Kissing You

Nah, semoga informasi singkat tentang Profil SNSD Girls' Generation di atas dapat membantu Anda lebih mengenal girlband ini. Bagi Anda yang mencari tentang informasi Super Junior Mr Simple, ayo baca informasi lengkanya di blog ini.