Showing posts with label Pencegahan Dan Pengobatan. Show all posts
Showing posts with label Pencegahan Dan Pengobatan. Show all posts

Friday, May 25, 2012

Pencegahan Pengobatan Demam Berdarah

Pencegahan Pengobatan Penyakit Demam Berdarah.Demam berdarah adalah penyakit yang disebabkan oleh virus yang ditularkan melalui nyamuk Aedes Aegypti. Penyakit demam berdarah ini menyebabkan menyebabkan gangguan pada pembuluh darah kapiler dan pada sistem pembekuan darah, sehingga mengakibatkan perdarahan-perdarahan. Nah kali ini Blog Keperawatan akan mencoba share mengenai pencegahan pengobatan demam berdarah ini dan semoga artikel serta makalah pencegahan dan pengobatan demam berdarah yang sedikit ini bisa memberikan manfaat.

Sekarang kita memasuki bagaimana pencegahan demam berdarah ini. Seperti yang kita ketahui pada umumnya bahwasannya penyakit demam berdarah ini bila telah tiba musim penghujan maka angka kejadiannya semakin meningkat. Maka ada beberapa cara yang dapat kita lakukan untuk melaksanakan pencegahan demam berdarah ini. Yang paling penting dalam pencegahan demam berdarah ini adalah dengan menjaga kebersihan lingkungan sekitar kita.

Pencegahan demam berdarah, pengobatan demam berdarah, Blog Keperawatan

Pencegahan ini dilakukan dengan kita menghindari gigitan nyamuk aedes aegypti. Yang perlu kita ketahui adalah bahwasannya nyamuk jenis ini akan aktif pada waktu pagi hingga sore hari. Sehingga yang efektif adalah dengan menghindari gigitan pada waktu tersebut. Berbeda dengan jenis nyamuk lainnya yang aktif pada malam hari. Bila kita mengetahui bahwa ada daerah yang telah terjangkit penyakit demam berdarah ini maka kita menghindari daerah tersebut. Ada juga mencegah demam berdarah yang dengan metoda pengontrolan atau pengendalian vektornya dengan cara :
  1. Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) yang digalakkan pemerintah. Hal lainnya adalah dengan pengelolaan sampah padat dengan baik, dan perbaikan desain rumah.
  2. Pemeliharaan ikan pemakan jentik nyamuk misalnya ikan adu/ikan cupang pada tempat air kolam.
  3. Memberikan bubuk abate (temephos) pada tempat-tempat hidup dan berkembang biaknya jentik nyamuk misalnya pada penampungan air seperti, gentong air, vas bunga, kolam, dan sebagainya.
  4. Melakukan pengasapan / fogging. Dan biasanya dilaksanakan dengan petugas kesehatan dari dinas kesehatan atau puskesmas terdekat.
  5. Melakukan 3 M yaitu menguras, mengubur, menutup.
Selanjutnya adalah menginjak pada langkah selanjutnya setelah memberikan pencegahan demam berdarah yaitu dengan melakukan pengobatan demam berdarah ini. Pengobatan demam berdarah ini bila dalam tahap awal sebelum ke tempat pelayanan kesehatan yaitu dengan banyak minum dan juga minum obat penurun panas.

Bila dilakukan di tempat pelayanan kesehatan baik itu Rumah Sakit atau Puskesmas yang ada rawat inapnya biasanya diberikan pengobatan dengan :
  1. Pemberian cairan infus yang dilakukan untuk mencegah timbulnya dehidrasi dan juga hemokosentrasi yang berlebihan.
  2. Pemberian obat yang disesuaikan dengan gejala yang dirasakan pasien. Seperti misalnya antipiretik untuk menurunkan demam (parasetamol).
  3. Pemberian garam elektrolit (oralit) bila pasien mengeluh diare.
  4. Pemberian antibiotik untuk mencegah infeksi sekunder yang bisa ditimbulkan oleh demam berdarah ini.
  5. Pemberian transfusi trombosit sesuai indikasi bila kadar trombositnya turun sekali.
  6. Bedrest total (istirahat penuh) selama perawatan dan fase demam berdarah.
Demikian tadi sahabat sedikit mengenai pencegahah pengobatan demam berdarah dan semoga juga bisa memberikan manfaat.

Friday, May 18, 2012

Pengobatan Epilepsi

Pengobatan Epilepsi.Epilepsi adalah merupakan sebuah sindrom yang ditandai oleh kejang yang terjadi secara berulang-ulang. Diagnosa ditegakkan bila seseorang mengalami paling tidak dua kali kejang tanpa penyebab.(Jastremski, 1988) Demikian pengertian epilepsi secara medis dalam postingan sebelumnya. Karena dalam postingan tersebut banyak ditanyakan bagaimana dengan pengobatan epilepsi dan juga pencegahan epilepsi maka kali ini Blog Keperawatan akan mencoba sharing kembali mengenai bagaimana pencegahan epilepsi ini bisa dilakukan.

Sebelum kita menginjak kepada pengobatan epilepsi ini maka kita akan sedikit mengenal akan pemeriksaan diagnostik yang akan membantu dalam menegakkan diagnosa penyakit epilepsi ini. Jenis pemeriksaan tersebut diantaranya yaitu :
  1. EEG (electroencephalogram). Pemeriksaan EEG ini adalah sebuah pemeriksaan gelombang otak untuk meneliti ketidaknormalan gelombang. Pemeriksaan ini tidak dianjurkan untuk dilakukan pada kejang demam yang baru terjadi sekali tanpa adanya defisit (kelainan) neurologis. Tidak ada penelitian yang menunjukkan bahwa EEG yang dilakukan saat kejang demam atau segera setelahnya atau sebulan setelahnya dapat memprediksi akan timbulnya kejang tanpa demam di masa yang akan datang. Walaupun dapat diperoleh gambaran gelombang yang abnormal setelah kejang demam, gambaran tersebut tidak bersifat prediktif terhadap risiko berulangnya kejang demam atau risiko epilepsi.
  2. Neuroimaging. Yang termasuk dalam pemeriksaan neuroimaging antara lain adalah CT-scan dan MRI kepala. Pemeriksaan ini tidak dianjurkan pada kejang demam yang baru terjadi untuk pertama kalinya.
  3. Magnetik resonance imaging (MRI)
  4. CT Scan. CT Scan ini untuk mendeteksi lesi pada otak, fokal abnormal, serebrovaskuler abnormal, gangguan degeneratif serebral.
  5. Pemeriksaan laboratorium. Yang diperiksa dalam pemeriksaan laboratorium ini adalah pemeriksaan darah rutin, kadar elektrolit, kalsium, fosfor, magnesium, atau gula darah tidak rutin dilakukan pada kejang demam pertama. Pemeriksaan laboratorium harus ditujukan untuk mencari sumber demam, bukan sekedar sebagai pemeriksaan rutin
  6. Pemeriksaan kimia darah : hipoglikemia, meningkatnya BUN, kadar alkohol darah.
Selanjutnya melangkah ke point utamanya yaitu mengenai pengobatan epilepsi. Pengobatan epilepsi adalah salah satu jenis pengobatan yang memerlukan jangka waktu yang lama. Pasien akan diberikan obat antikonvulsan untuk mengatasi kejang sesuai dengan jenis serangan. Penggunaan obat dalam waktu yang lama biasanya akan menyebabkan masalah dalam kepatuhan minum obat (compliance) serta beberapa efek samping yang mungkin timbul seperti pertumbuhan gusi, mengantuk, hiperaktif, sakit kepala, dll.
Penyembuhan akan terjadi pada 30-40% anak dengan epilepsi.

pengobatan epilepsi, Blog Keperawatan

Lama pengobatan tergantung jenis epilepsi dan etiologinya. Pada serangan ringan selama 2-3 tahun sudah cukup, sedang yang berat pengobatan bisa lebih dari 5 tahun. Penghentian pengobatan selalu harus dilakukan secara bertahap. Tindakan pembedahan sering dipertimbangkan bila pengobatan tidak memberikan efek sama sekali. Penanganan terhadap anak kejang akan berpengaruh terhadap kecerdasannya. Jika terlambat mengatasi kejang pada anak, ada kemungkinan penyakit epilepsi, atau bahkan keterbalakangan mental. Keterbelakangan mental di kemudian hari. Kondisi yang menyedihkan ini bisa berlangsung seumur hidupnya.

Setelah tadi sedikit menyinggung mengenai masalah pengobatan epilepsi, mohon maaf obatnya tidak disebutkan karena hal tersebut mutlak bagiannya tim medis. Maka selanjutnya adalah menginjak kepada hal pencegahan epilepsi ini.

Pencegahan epilepsi ini merupakan sebuah upaya sosial luas yang menggabungkan tindakan luas harus ditingkatkan untuk pencegahan epilepsi. Resiko epilepsi muncul pada bayi dari ibu yang menggunakan obat antikonvulsi yang digunakan sepanjang kehamilan. Cedera kepala merupakan salah satu penyebab utama yang dapat dicegah. Melalui program yang memberi keamanan yang tinggi dan tindakan pencegahan yang aman, yaitu tidak hanya dapat hidup aman, tetapi juga mengembangkan pencegahan epilepsi akibat cedera kepala. Ibu-ibu yang mempunyai resiko tinggi (tenaga kerja, wanita dengan latar belakang sukar melahirkan, pengguna obat-obatan, diabetes, atau hipertensi) harus di identifikasi dan dipantau ketat selama hamil karena lesi pada otak atau cedera akhirnya menyebabkan kejang yang sering terjadi pada janin selama kehamilan dan persalinan.

Program skrining untuk mengidentifikasi anak gangguan kejang pada usia dini, dan program pencegahan kejang dilakukan dengan penggunaan obat-obat anti konvulsan secara bijaksana dan memodifikasi gaya hidup merupakan bagian dari rencana pencegahan ini.

Ada beberapa hal yang tidak boleh kita lakukan pada waktu terjadinya serangan kejang epilepsi ini. Hal yang tak boleh dilakukan selama anak / seseorang yang mendapat serangan :
  • Meletakkan benda di mulutnya. Jika anak mungkin menggigit lidahnya selama serangan mendadak, menyisipkan benda di mulutnya kemungkinan tak banyak membantu. Anda malah mungkin tergigit, atau parahnya, tangan Anda malah mematahkan gigi si anak.
  • Mencoba membaringkan anak. Orang, bahkan anak-anak, secara ajaib memiliki kekuatan otot yang luar biasa selama mendapat serangan mendadak. Mencoba membaringkan si anak ke lantai bukan hal mudah dan tidak baik juga.

Sunday, May 13, 2012

Pengobatan Pemberian Antibiotik

Pemberian Antibiotik.Antibiotik adalah suatu zat yang dihasilkan oleh sesuatu mikroba terutama fungi / jamur yang berkhasiat dapat menghambat atau membasmi mikroba, khususnya adalah mikroba yang dapat menyebabkan antibiotik. Mikroba penyakit infeksi dapat berupa bakteri, fungi / jamur atau pun dalam hal ini virus. Di Dalam dunia medis dan juga keperawatan, pemberian dan pengobatan antibiotik ini seringkali dijumpai dalam menjalankan pekerjaan sehari-hati. Dan semoga dengan artikel mengenai pengobatan pemberian antibiotik dapat memberikan manfaat.

Secara medis, antibiotik merupakan senyawa mikroorganisme seperti jamur atau bakteri tertentu yang telah "dijinakkan" dan bila dimasukkan ke dalam tubuh dapat menjadi penyembuh yang ampuh. Antibiotik berperang melawan bakteri-bakteri di dalam tubuh. Namun perlu diingat, penggunaannya tidak boleh sembarangan. Bila dikonsumsi berlebihan akan berisiko tinggi pada kesehatan kita semua yang menggunakannya.

Setelah kita mengetahui sedikit mengenai pengertian antibiotik diatas, maka khususnya kita para perawat yang tak lepas dari pengobatan dan pemberian obat antibiotik ini juga harus mengetahui akan hal-hal yang berkaitan dengan antibiotik. Demikian pula para pasien serta keluarga perlu juga mengetahui dan memiliki pengetahuan mengenai antibiotik baik itu dalam hal pemberian atau juga pengobatan antibiotik itu sendiri. Karena hal ini juga penting untuk diketahui dan juga dipelajari.

pengobatan antibiotik, pemberian antibiotik,Blog Keperawatan

Yang pertama yang perlu kita ketahui adalah mengenai pemberian antibiotik ini. Beberapa hal yang perlu diketahui dalam hal pemberian antibiotik adalah :
  1. Menggunakan pengobatan antibiotik atas resep dokter dan juga atas petunjuk dokter atau medis.
  2. Dosis yang tertera dan juga aturan pakainya harus diikuti dengan taat sesuai dengan petunjuk dokter ataupun penjelasan apoteker di apotek tempat kita membeli obat antibiotik itu.
  3. Pemberian antibiotik dan antibiotiknya sendiri harus diminum terus sampai habis meskipun gejala atau sakit yang diobati sudah sembuh.
  4. Bentuk-bentuk sedian antibiotik seperti sediaan antibiotik yang berbentuk sirup ( biasanya untuk anak ) ada yang harus disimpan dalam suhu dingin ( di almari es, jangan di dalam frezernya ).
  5. Jangan pernah gunakan antibiotik yang telah mengelami kadaluarsa atau yang sudah lama disimpan di rumah.
  6. Bila memang ada sesuatu yang kurang jelas mengenai pemberian antibiotik ini, jangan segan untuk bertanya kepada dokter atau bisa juga bertanya kepada apoteker yang bertugas di apotik tempat kita membeli antibiotik tersebut.
Selanjutnya adalah mengenai apa yang harus kita ketahui dalam hal pengobatan antibiotik ini. Diantara beberapa hal yang perlu kita untuk mengetahui tentang pengobatan antibiotik adalah :
  1. Pengobatan menggunakan antibiotik hanya digunakan pada seseorang pasien setelah dokter mendiagnosa adanya penyakit infeksi yang berat ataupun pada kasus-kasus cidera berat dan kasus bedah / operasi.
  2. Pengobatan antibiotik baru diperlukan bila infeksi tesebut berlangsung lebih dari beberapa hari dan hal tersebut dapat menimbulkan akibat merugikan pada pasien.
  3. Pemberian antibiotik harus dibawah pengawasan dokter dan hanya dapat diberikan oleh apoteker berdasarkan resep dokter.
  4. Pada beberapa jenis penyakit infeksi dengan gejala ringan tidak memerlukan pengobatan antibiotik justru hal tersebut akan memberikan kesempatan terangsangnya mekanisme kekebalan tubuh.
Pemberian dan juga pengobatan antibiotik ini tentunya bisa menimbulkan efek negatif dari pemberian obat tersebut. Beberapa efek reaksi antibiotik yang bisa ditimbulkannya diantaranya yaitu :
  • Reaksi alergi antibiotik. dari hal yang paling yang ringan yang bisa berupa gatal-gatal, yang lebih berat berupa syok anafilaksis / pingsan, bahkan sampai menimbulkan kematian. Yang perlu diwaspadai adalah seseorang dengan riwayat alergi dapat muncul reaksi alergi pada penggunaan ulang suatu antibiotika tertentu.
  • Reaksi Toksik. Reaksi toksik antibiotik ini juga tergantung pada jenis obat dan faktor pada tubuh pasien. Contoh tetrasiklin bisa mengganggu pertumbuhan jaringan tulang termasuk gigi bila diberikan pada anak-anak.
  • Super Infeksi. Yang dimaksud dengan hal tersebut yakni timbulnya infeksi baru karena penggunaan pengobatan antibiotik tertentu.
  • Resistensi Bakteri.Yang dimaksud dengan resisten ini yakni kemampuan antibiotik untuk membasmi bakteri tertentu berkurang, bahkan efek yang ditimbulkannya hilang sama sekali.
Bakteri dapat mengembangkan resistensi terhadap antibiotik, misalnya bakteri yang awalnya sensitif terhadap antibiotik, kemudian menjadi resisten. Beberapa bakteri mengembangkan resistensi genetik melalui proses mutasi dan seleksi, kemudian memberikan gen ini kepada beberapa bakteri lain melalui salah satu proses untuk perubahan genetik yang ada pada bakteri. Ketika bakteri yang menyebabkan infeksi menunjukkan resistensi terhadap antibiotik yang sebelumnya sensitif, maka perlu ditemukan antibiotik lain sebagai gantinya. Sekarang penisilin alami menjadi tidak efektif melawan bakteri stafilokokus dan harus diganti dengan antibiotik lain.

Sebagian besar masyarakat kita pada umumnya juga kurang mengerti akan pemberian pengobatan antibiotik ini. Maka sekarang tak asing lagi di telinga kita bila mendapatklan obat dari medis atau tempat pelayananan kesehatan bahwa obat ini HARUS DIHABISKAN. Nah obat tersebut biasanya adalah salah satu jensi antibiotik. Karena tidak dapat dipungkiri termasuk kita barangkali bila meminum obat dan sudah merasa sembuh makan seringkali penggunaan obat tersebut dihentikan walaupun belum sampai habis. Nah khusus dalam pengobatan antibiotik ini maka harus habis walaupun sudah merasa sembuh atau baikan.

Saturday, May 5, 2012

Pengobatan Dan Pencegahan Hipertensi

Pengobatan Hipertensi.Hipertensi merupakan salah satu faktor resiko dari penyakit jantung koroner, gagal jantung sampai dengan kelainan irama jantung. Menurut hasil penelitian dari WHO telah menunjukkan bahwasannya hampir separoh dari kasus serangan jantung dipicu oleh tekanan darah tinggi. Untuk itulah Blog Keperawatan ini akan mencoba sharing mengenai pengobatan dan pencegahan hipertensi ini dan semoga artikel mengenai cara pengobatan dan pencegahan hipertensi ini dapat memberikan manfaat.

Menginjak kepada hal yang pertama yaitu tentang pencegahan hipertensi sahabat semuanya. Setiap hal yang berkaitan dengan penyakit maka kita akan mengenal akan istilah pencegahan dan juga pengobatan akan penyakit itu sendiri. Hal-hal yang dapat kita lakukan dalam hal pencegahan hipertensi ini adalah dengan :
  1. Mengurangi dalam hal mengkonsumsi garam.Bila kita menginginkan terhindar dari penyakit hipertensi ini alangkah baiknya kita sedari awal mengkonsumsi garam, karena konsumsi garam yang berlebihan akan meningkatkan faktor resiko hipertensi itu sendiri.
  2. Melakukan rutinitas dalam berolahraga. Olahraga ini efektif sekali dalam hal mencegah berbagi macam penyakit, termasuk penyakit hipertensi ini. Olahraga akan meningkatkan kesehatan dan juga daya tahan tubuh. Bila telah menderita penyakit hipertensi maka olahraga yang disarankan adalah olahraga yang ringan selama 30 menit dan seminggu paling tidak 3 kali. Olahraga ringan seperti halnya bersepeda dan juga berjalan kaki.
  3. Rajin dalam mengkonsumsi makanan dan juga buah-buahan yang kaya akan serat seperti halnya melon, tomat dan juga sayuran hijau.
  4. Menghindari dari konsumsi alkohol.
  5. Mengendalikan kadar kolesterol jahat dalam tubuh dan juga menghindari kegemukan atau obesitas.
  6. Tidak merokok dan bagi para perokok maka pencegahan hipertensi ini dengan menghentikan merokok itu sendiri.
  7. Menghindari dan mengendalikan diabetes bila mempunyai penyakit DM tersebut.
  8. Demikian tadi sahabat beberapa tips mencegah hipertensi yang dapat kita lakukan dan juga upayakan sendiri.Karena faktor perilaku hidup sehat juga salah satu hal terpenting dalam hal mencegah penyakit hipertensi ini.
pencegahan hipertensi, pengobatan hipertensi, Blog Keperawatan

Selanjutnya menginjak kepada hal yang kedua yaitu tentang pengobatan hipertensi. Sebenarnya dalam hal pengobatan hipertensi itu mutlak adalah otoritas dari Medis atau Dokter. Untuk kita khususnya adalah para perawat mengetahui akan pengobatan hipertensi ini adalah juga merupakan ilmu dan pengetahuan yang harus dimiliki. Karena itu semua berperanan penting dalam hal menjalankan peran perawat dan juga fungsi perawat itu sendiri.

Tujuan pengobatan hipertensi tidak hanya menurunkan tekanan darah saja tetapi juga mengurangi dan mencegah komplikasi akibat hipertensi agar penderita dapat bertambah kuat. Pengobatan hipertensi umumnya perlu dilakukan seumur hidup penderita. Pengobatan standar yang dianjurkan oleh Komite Dokter Ahli Hipertensi ( Joint National Committee On Detection, Evaluation And Treatment Of High Blood Pressure, Usa, 1988 ) menyimpulkan bahwa obat diuretika, penyekat beta, antagonis kalsium, atau penghambat ACE dapat digunakan sebagai obat tunggal pertama dengan memperhatikan keadaan pasien dan penyakit lain yang ada pada pasien hipertensi.

Pengobatan hipertensi meliputi beberapa langkah yang terdiri dari :
  • Langkah Pertama : pemberian obat pilihan pertama yang digunakan dalam pengobatan hipertensi ini adalah menggunakan diuretika, beta blocker, Ca antagonis, ACE inhibitor.
  • Langkah Kedua : Alternatif yang bisa diberikan dalam langkah ini yaitu dengan dosis obat pertama dinaikan, diganti jenis lain dari obat pilihan pertama dan yang selanjutnya ditambah obat ke –2 jenis lain, dapat berupa obat diuretika , beta blocker, Ca antagonis, Alpa blocker, clonidin, reserphin, vasodilator.
  • Langkah Ketiga : Alternatif yang bisa ditempuh yaitu dengan obat ke-2 diganti dan ditambah obat ke-3 jenis lain.
  • Langkah Keempat : Alternatif pemberian obatnya ditambah obat ke-3 dan ke-4, mengevaluasi kembali dan konsultasi, follow up yang bertujuan untuk mempertahankan therapi.
Selanjutnya dalam rangka mempertahankan terapi jangka panjang dari pengobatan hipertensi itu sendiri memerlukan interaksi dan komunikasi yang baik antara pasien dan petugas kesehatan ( dokter, perawat ) dengan cara pemberian pendidikan kesehatan. Karena kesembuhan penyakit hipertensi memerlukan kerjasama dari pasien dalam hal rutin meminum obat dan tahu mengenai cara dan dosis pemberian obat hipertensi itu sendiri. Maka peran perawat dalam hal ini juga penting dalam menjalin interaksi dengan pasien melalui pendidikan kesehatan.

Berikut hal-hal yang harus diperhatikan dalam interaksi pasien dengan petugas kesehatan adalah sebagai berikut :
  1. Setiap kali pasien kontrol, pasien diberitahu hasil pengukuran tekanan darahnya.
  2. Diskusikan dengan pasien bahwa penyakit hipertensi tidak dapat sembuh, namun bisa dikendalikan untuk dapat menurunkan morbiditas dan mortilitas.
  3. Pasien tidak boleh menghentikan obat tanpa di diskusikan lebih dahulu dengan petugas kesehatan.
  4. Bicarakan dengan pasien tujuan yang hendak dicapai mengenai tekanan darahnya.
  5. Buatlah sesederhana mungkin pemakaian obat anti hipertensi misal 1 x sehari atau 2 x sehari tanpa merubah dosis dan aturan pakainya.
  6. Untuk pasien yang kurang patuh dalam menjalani therapi, usahakan kunjungan dan kontrolnya lebih sering.
  7. Mengikutsertakan keluarga pasien dalam hal menjalani proses therapi ini.
  8. Pada pasien tertentu mungkin akan lebih menguntungkan bila pasien atau keluarga dapat mengukur tekanan darahnya di rumah. Tentunya harus memiliki alat ukur sendiri dan cara mengukurnya. Sekarang ini alat digital pengukur tekanan darah banyak ditemukan dan dijumpai di apotik atau pun toko alat-alat kesehatan.
Demikian tadi sahabat mengenai pengobatan dan pencegahan hipertensi dan harapannya akan dapat memberikan manfaat bagi saya sendiri dan juga sahabat-sahabat semuanya.

Wednesday, April 18, 2012

Mencegah Jantung Koroner

Mencegah Jantung Koroner.Penyakit jantung koroner termasuk momok penyakit yang banyak menimbulkan kematian termasuk di Indonesia. Angka kematiannya pun semakin meningkat. Bukan hanya di Indonesia saja, di dunia penyakit jantung koroner pun menjadi salah satu penyakit jantung yang menjadi pembunuh yang masuk dalam 3 besar penyakit yang mengakibatkan kematian. Untuk itulah kita juga perlu mengetahui bagaimana cara mencegah jantung koroner itu agar kita tidak mengalaminya penyakit tersebut yang telah banyak mengakibatkan banyak korban.

Mencegah jantung koroner bisa dari berbagi hal.Dari mulai kebiasaan hidup kita yang sehat, olahraga yang teratur dan juga dengan memperhatikan pola makan yang sehat.
Berikut beberapa tips mencegah jantung koroner dari segi pola makan yang sehat :

mencegah jantung koroner,mencegah sakit jantung,Blog Keperawatan
  1. Memperbanyak Makan Buah.Di Indonesia, masyarakat dalam hal mengkonsumsi buah-buahan masih rendah.Masyarakat lebih menyukai makanan cepat saji yang tentunya bila sering dilakukan dan juga dikonsumsi banyak dan juga dalam jangka waktu yang lama akan berakibat kurang sehat bagi kesehatan jantung kita.Dari konsumsi buah-buahan kita memperoleh banyak vitamin bagi tubuh dan juga tinggi serat.
  2. Membatasi Makanan Yang Berminyak. Hal ini dapat kita lakukan dengan cara membatasi makanan yang digoreng. Minyak dalam hal ini memberikan kalori dua kali lebih banyak dibandingkan yang lainnya sehingga bila dikonsumsi banyak akan menimbulkan kegemukan dan salah satu faktor terjadinya penyakit jantung koroner ini adalah obesitas/kegemukan.Memilih jenis minyak yang tidak jenuh (karena mengurangi resiko penyempitan pembuluh darah termasuk pembuluh darah jantung/koroner).Minyak jenis ini seperti minyak jagung, minyak kacang kedelai dan minyak zaitun.Selain itu kita juga perlu menghindari dan juga mengurangi minyak yang berasal dari minyak kelapa, minyak sawit, atau minyak gajih hewan (daging atau lemak ayam).
  3. Memperhatikan informasi dalam hal gizi dan cara memasak yang baik dan benar.Pada saat kita membeli produk makanan pada kemasan, kita harus memperhatikan kandungan lemak jenuh (saturated fat) karena minyak inilah yang kurang baik bagi kesehatan jantung kita.Bila kita ada acara makan di luar rumah / bepergian kita juga harus mempunyai pedoman dalam hal memilih dan mengolah bahan makanan yang baik bagi kesehatan jantung koroner.
  4. Banyak Mengkonsumsi Ikan.Ikan dalam hal ini cenderung mempunyai kadar lemak dan juga kolesterol yang rendah.Apalagi jenis ikan yang hidup di laut seperti ikan salmon dan tuna karena ikan jenis itu banyak mengandung omega 3 yang baik bagi kesehatan jantung kita.
Semoga dengan menerapkan pola makan yang sehat ini kita juga turut berpartisipasi menjaga kesehatan kita terutama dalam hal mencegah jantung koroner. Marilah mulai dari sekarang kita mencoba dan menerapkan pola hidup sehat dan pola makan yang sehat bagi kesehatan jantung kita.

Wednesday, February 15, 2012

Pemberian Obat

Cara Pemberian Obat. -- Melanjutkan posttingan terakhir sahabat dalam Blog Keperawatan ini yaitu tentang rencana asuhan keperawatan maka hari ini kita akan berbagi hal mengenai pemberian obat.Postingan kita ini berkaitan erat dalam pekerjaan seorang perawat dan senantiasa melekat dalam diri seorang perawat karena cara pemberian obat ini adalah satu dari sekian pekerjaan perawat sahabat.

Pemberian obat yang tepat dan sesuai dengan dosis adalah merupakan salah satu tanggung jawab penting bagi seorang perawat. Meskipun obat bermanfaat bila digunakan sesuai dengan dosis serta aturan pakai, namun bukan berarti tanpa reaksi yang dapat merugikan. Sebagai seorang perawat kita juga harus bisa mengetahui prinsip-prinsip dasar dalam pemberian obat secara aman yang dikenal dengan prinsip enam benar.

Cara Pemberian obat ini adalah ada beberapa macam dan biasanya dilaksanakan dalam unit pelayanan kesehatan baik itu di Puskesmas, Klinik, ataupun dalam lingkup pelayanan Rumah Sakit.Dan berikut adalah beberapa cara pemberian obat sesuai dengan pendelegasian dari Medis yaitu :
  1. Oral
  2. Sublingual
  3. Inhalasi
  4. Rektal
  5. Pervaginam
  6. Perenteral
  7. Topikal/lokal

1. Secara Oral
Adalah obat yang cara pemberiannya melalui oral atau mulut. Untuk cara pemberian obat ini relatif praktis,aman dan juga ekonomis. Kekurangan dari pemberian obat secara oral adalah efek yang timbul biasanya lambat, tidak efektif jika pasien sering muntah-muntah, diare, tidak sabaran, tidak kooperatif,dan tentunya kurang disukai jika rasanya pahit.Apalagi jika pasiennya adalah anak kecil.

cara

2. Secara Sublingual
Adalah obat yang cara pemberiannya ditaruh di bawah lidah. Tujuannya adalah agar efek yang ditimbulkan bisa segera karena pembuluh darah di bawah lidah merupakan pusat dari sakit. Kelebihan dari cara pemberian obat dengan sublingual adalah efek obat akan terasa lebih cepat dan kerusakan obat pada saluran cerna dan metabolisme di dinding usus dan hati dapat dihindari.Contoh yang banyak ditemui dalam masyarakat adalah pasien yang mempunyai penyakit jantung, seringkali memakai obat ini yang dinamakan ISDN / Isosorbid Dinitrat.

3. Secara Inhalasi
Adalah obat yang cara pemberiannya melalui saluran pernafasan. Kelebihan dari pemberian obat dengan cara inhalasi adalah absorpsi terjadi cepat dan homogen, kadar obat dapat terkontrol, terhindar dari efek lintas pertama dan dapat diberikan langsung kepada bronkus / saluran nafas. Untuk obat yang diberikan dengan cara inhalasi dalam bentuk gas atau uap yang akan diabsorpsi dengan cepat melalui alveoli paru-paru serta membran mukosa pada saluran pernapasan.Biasanya diberikan pada pasien-pasien yang mengidap penyakit paru seperti Asma

4. Secara Rektal
Adalah obat yang cara pemberiannya melalui dubur atau anus. Maksudnya adalah mempercepat kerja obat serta bersifat lokal dan sistematik.Biasanya adalah obat pencahar atau obat agar bisa buang air besar.Biasanya dalam linkup Rumah Sakit pada pasien yang akan Operasi Besar ataupun sudah lama tidak bisa buang air besar.

5. Secara Pervaginam
Adalah obat yang cara pemberiannya melalui vagina.Untuk bentuk tidak jauh beda dengan pemberian secara rektal.Dan biasanya diberikan pada pasien-pasien yang hamil dan mengalami pecah ketuban dan diberikan agar merangsang kontraksi.

6. Secara Parenteral
Adalah obat yang cara pemberiaannya tanpa melalui mulut (tanpa melalui saluran pencernaan) tetapi langsung melalui pembuluh darah.Contohnya adalah sediaan injeksi atau suntikan. Tujuannya pemberian melalui parenteral ini adalah agar dapat langsung menuju sasaran dan efeknya lebih cepat. Kelebihannya bisa untuk pasien yang tidak sadar, sering muntah dan tidak kooperatif. Akan tetapi cara pemberian obat dengan cara ini kurang aman karena jika sudah disuntikan ke dalam tubuh tidak bisa dikeluarkan lagi jika terjadi kesalahan.Maka sebagai perawat biasanya dalam memberikan ini benar-benar memperhatikan etiket serta nama obat dan cara pemberian

Pemberian Secara Parenteral ini bisa melalui berbagi cara diantaranya yaitu :
  1. Intravena ( IV ).Tidak ada fase absorpsi dalam pemberian obat secara intravena karena obat langsung masuk ke dalam vena, "onset of action" cepat, efisien, bioavailabilitas 100 %, baik untuk obat yang menyebabkan iritasi kalau diberikan dengan cara lain, biasanya berupa infus continue untuk obat yang waktu-paruhnya pendek (Joenoes, 2002).
  2. Intramuskular ( IM )."Onset of action" pemberian obat secara intramusculer bervariasi, berupa larutan dalam air yang lebih cepat diabsorpsi daripada obat berupa larutan dalam minyak, dan juga obat dalam sediaan suspensi, kemudian memiliki kecepatan penyerapan obat yang sangat tergantung pada besar kecilnya partikel yang tersuspensi: semakin kecil partikel, semakin cepat proses absorpsi (Joenoes, 2002).
  3. Subkutan ( SC )."Onset of action" lebih cepat daripada sediaan suspensi, determinan dari kecepatan absorpsi ialah total luas permukaan dimana terjadi penyerapan, menyebabkan konstriksi pembuluh darah lokal sehingga difusi obat tertahan/diperlama, obat dapat dipercepat dengan menambahkan hyaluronidase, suatu enzim yang memecah mukopolisakarida dari matriks jaringan (Joenoes, 2002).
7. Secara Topikal atau lokal

Adalah obat yang cara pemberiannya bersifat lokal, misalnya tetes mata, salep, tetes telinga dan lain-lain.

Demikian tadi sahabat-sahabat serta rekan-rekan semua sedikit mengenai cara pemberian obat dan semoga hal ini dapat berguna